Jakarta, MINA – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri memperingatkan bahwa konflik bersenjata antara Iran dan sejumlah negara di kawasan Teluk tidak hanya mengancam stabilitas Timur Tengah, tetapi juga telah berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia.
Peringatan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan media massa nasional di Emirati House, Jakarta, Rabu (8/4). Menurut Dubes UEA, gangguan keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan 20 persen perdagangan LNG global telah memicu guncangan ekonomi yang dirasakan hingga ke Asia, termasuk Indonesia.
“Gangguan di kawasan ini secara langsung memengaruhi pasar global, termasuk kenaikan harga energi, peningkatan biaya pengiriman dan transportasi, serta tekanan terhadap rantai pasok global,” ujar Dubes UEA di hadapan para jurnalis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekitar 80 hingga 90 persen ekspor energi yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke kawasan Asia. Akibatnya, negara-negara di Asia, termasuk Indonesia, mengalami tiga dampak utama: kenaikan harga bahan bakar, peningkatan harga barang secara umum, serta gangguan pada rantai pasok.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
“Dalam konteks ini, Indonesia juga terdampak melalui kenaikan harga bahan bakar, peningkatan harga barang, dan gangguan rantai pasok. Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa ini bukan sekadar isu regional, melainkan isu global,” tegasnya.
Dubes UEA juga mengapresiasi komunikasi aktif yang telah terjalin antara kepemimpinan UEA dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Luar Negeri Sugiono, sebagai bagian dari upaya de-eskalasi dan koordinasi internasional.
Meskipun menghadapi serangan berkelanjutan, Dubes UEA menyatakan bahwa negaranya tetap memilih stabilitas dibandingkan eskalasi, serta berkomitmen pada diplomasi dan kerja sama internasional. Sebanyak 136 negara dan organisasi internasional telah menyampaikan kecaman terhadap agresi Iran, termasuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817.
“Kami akan terus bekerja sama dengan para mitra internasional, termasuk Indonesia, untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama,” pungkasnya. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic