Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umar bin Khattab dan Lahirnya Kalender Hijriah

Redaksi Editor : Arif R - Selasa, 16 Juni 2026 - 10:35 WIB

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:35 WIB

237 Views ㅤ

Ilustrasi

KALENDER Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia ternyata pertama kali ditetapkan Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 Hijriah. Bagaimana sejarahnya?

Setiap kali umat Islam memasuki 1 Muharram, penanggalan Hijriah kembali menjadi penanda pergantian Tahun Baru Islam. Kalender ini bukan sekadar alat menghitung waktu, melainkan salah satu warisan besar peradaban Islam yang telah bertahan selama lebih dari 14 abad.

Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa Kalender Hijriah yang dipakai umat Islam hingga hari ini ternyata bukan ditetapkan langsung pada masa Nabi Muhammad SAW, melainkan lahir dari ijtihad seorang sahabat besar yang dikenal karena kecerdasan, ketegasan, dan kepemimpinannya, yakni Khalifah Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam perjalanan sejarah peradaban Islam. Pada masa kepemimpinannya, kekuasaan Islam berkembang pesat dengan perluasan wilayah yang menjangkau Persia hingga kawasan Romawi Timur.

Baca Juga: Abdullah bin Umar: Pribadi Tangguh Banyak Meriwayatkan Hadits

Tak hanya berhasil memperkokoh kekuatan politik dan militer, Umar juga tercatat sebagai pemimpin visioner yang membangun sistem administrasi pemerintahan secara terstruktur, transparan, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan. Kepemimpinannya sebagai khalifah berlangsung sekitar satu dekade, yakni antara tahun 634 hingga 644 Masehi.

Periode pemerintahan Umar bin Khattab kerap disebut sebagai salah satu masa keemasan Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW dan era Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dalam kurun waktu tersebut, dunia Islam bukan hanya mengalami ekspansi teritorial, tetapi juga menyaksikan lahirnya tata kelola pemerintahan yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan peradaban Islam pada generasi-generasi berikutnya.

Sejarah mencatat, kalender Islam secara resmi mulai digunakan pada tahun 17 Hijriah atau sekitar 638 Masehi, ketika Umar bin Khattab memimpin kekhalifahan Islam yang saat itu berkembang menjadi kekuatan besar di dunia.

Nama Umar bin Khattab selalu menempati posisi istimewa dalam sejarah Islam. Ia adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan dikenal sebagai pemimpin yang berhasil membawa dunia Islam memasuki fase ekspansi besar-besaran.

Baca Juga: Bilal bin Rabah: Kisah Teguh Sahabat Nabi yang Tetap Mengucapkan “Ahad…Ahad” Saat Disiksa

Di bawah kepemimpinannya, wilayah Islam meluas ke Persia, Syam, Mesir, hingga sebagian kawasan Bizantium. Namun Umar bukan hanya dikenal sebagai pemimpin militer yang tangguh.

Ia juga dikenal sebagai arsitek sistem pemerintahan Islam modern. Pada masanya, mulai dibentuk lembaga keuangan Baitul Mal, sistem peradilan, pengelolaan pajak, administrasi tentara, hingga tata kelola birokrasi pemerintahan yang jauh lebih tertata dibanding sebelumnya.

Berawal dari Masalah Administrasi 

Penetapan kalender Islam ternyata berawal dari persoalan administratif. Ketika wilayah Islam semakin luas, komunikasi pemerintahan antara Madinah dengan gubernur di berbagai wilayah semakin intensif. Surat-surat resmi terus dikirim untuk mengatur urusan pemerintahan, ekonomi, hingga militer.

Baca Juga: Abu Dzar al-Ghifari Sahabat Nabi yang Memilih Hidup Sederhana

Suatu ketika, Abu Musa Al-Asy’ari yang saat itu sebagai Amir di Basrah mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Khattab.

Isi surat itu sederhana namun penting: banyak dokumen pemerintahan tidak memiliki penanda tahun yang jelas sehingga menimbulkan kebingungan dalam administrasi. Masalah ini kemudian mendorong Umar memikirkan perlunya sistem kalender resmi yang dapat menjadi acuan bersama bagi seluruh wilayah Islam.

Sebagai pemimpin, Umar tidak mengambil keputusan sendiri. Ia mengumpulkan para sahabat senior untuk bermusyawarah menentukan titik awal kalender Islam.

Dalam diskusi itu muncul beberapa usulan. Sebagian sahabat mengusulkan kalender dimulai dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada yang berpendapat penanggalan dimulai dari peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hira.

Baca Juga: Salman al-Farisi: Sang Pencari Kebenaran dari Persia

Sebagian lain mengusulkan momentum wafat Rasulullah sebagai titik awal sejarah Islam. Namun akhirnya muncul pendapat Ali bin Abi Thalib yang kemudian diterima Umar: menjadikan peristiwa Hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam.

Keputusan Umar bin Khattab memilih hijrah bukan tanpa alasan. Hijrah dipandang sebagai momentum paling menentukan dalam sejarah Islam.

Jika masa dakwah di Makkah adalah fase perjuangan spiritual, maka hijrah ke Madinah menjadi titik lahirnya sebuah masyarakat Islam yang memiliki sistem sosial, ekonomi, hukum, dan pemerintahan sendiri.

Di Madinah, Rasulullah mulai membangun fondasi peradaban Islam melalui Piagam Madinah yang menyatukan berbagai kelompok masyarakat dalam satu tatanan politik baru. Karena itulah hijrah dipandang sebagai awal kebangkitan umat Islam.

Baca Juga: Miahan Khan: Serdadu India yang Memilih Indonesia Setelah Mendengar Takbir

Mengapa Tahun Islam Dimulai dari Muharram?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah mengapa kalender Islam dimulai dari **Muharram**, padahal hijrah Nabi terjadi pada bulan Rabiul Awal.

Para sahabat saat itu memandang Muharram sebagai awal siklus sosial masyarakat Arab setelah musim haji selesai dilaksanakan pada Dzulhijjah.

Selain itu, keputusan kaum Muslim untuk meninggalkan Makkah menuju Madinah mulai terbentuk setelah musim haji, sehingga Muharram dianggap sebagai momentum awal perubahan besar tersebut.

Baca Juga: Mush’ab bin Umair, Duta Islam Pertama Pembuka Jalan ke Madinah

Keputusan Umar bin Khattab menetapkan kalender Hijriah mungkin terlihat sebagai kebijakan administratif biasa. Namun dampaknya sangat besar bagi sejarah umat Islam.

Hingga hari ini, lebih dari satu miliar Muslim di dunia menggunakan Kalender Hijriah untuk menentukan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, ibadah haji, zakat, serta berbagai momentum keagamaan lainnya.

Kalender Hijriah menjadi bukti bahwa Islam sejak awal dibangun bukan hanya sebagai agama spiritual, tetapi juga sebagai peradaban besar yang menata kehidupan manusia secara sistematis.

Melalui keputusan yang dibuat lebih dari 14 abad lalu, Umar bin Khattab menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya memikirkan zamannya sendiri, tetapi juga masa depan generasi setelahnya.

Baca Juga: Hudzaifah bin Yaman: Pemegang Rahasia Nabi dan Sahabat yang Mengetahui Jejak Kemunafikan

Setiap kali umat Islam memasuki 1 Muharram, sesungguhnya umat sedang mengingat salah satu warisan terbesar Umar bin Khattab: sebuah sistem penanggalan yang hingga kini terus mengatur ritme kehidupan Muslim di seluruh dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mengharukan, Ini Kisah Nadia Mohamed hingga Menjadi Wali Kota di Amerika Serikat

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat
Sosok
Sosok