Ustadz Ardiansyah: Lima Perniagaan yang Tidak Pernah Rugi

Tayan Hilir, Kalimantan Barat, MINA – Amir Ukhuwah Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Ustadz Ardiansyah mengatakan, ada lima perniagaan yang akan menjadikan seseorang kaya dan tidak akan pernah merugi.

Demikian disampaikannya saat mengisi Ta’lim Muslimat di Masjid At-Taqwa Niyabah Tayan, Pedalaman, Kec. Tayan Hilir, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat dalam rangka menyambung tali silaturahim, Ahad (11/9).

Ardiansyah menjelaskan dalam surat As-Shaf ayat 10-11, dikatakan bahwa ada bisnis yang akan menyelamatkan seseorang dari azab neraka yang menggunakan kata Tijaroh atau perniagaan.

Pertama, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. “Kalau kita mengambil pelajaran dari Al-Qur’an, contoh wanita yang beriman adalah Aisyiyah istri Fir’aun,” katanya.

Ia menjelaskan, Aisyiyah tidak mau mengakui Fir’aun sebagai Tuhan, karena ia meyakini ada tuhan yang lebih tinggi dari manusia.

“Maka karena Aisyiyah tidak beriman kepada Fir’aun, ia dibunuh dengan dipancang 4 yang diletakkan miring kemudian digelindingkan batu, kemudian Aisyiyah Syahid,” jelasnya.

Kedua, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. “Jihad itu artinya bersungguh-sungguh, bersungguh-sungguh pergi ke majelis taklim itu jihad, bersungguh sungguh dalam mendidik anak juga jihad dan jihad yang paling tinggi adalah jihad berperang di jalan Allah,” tuturnya.

Selanjutnya, perniagaan yang tidak akan merugi terdapat dalam Al-Qur’an surah Fatir ayat 29.

“Ayat ini luar biasa, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surat Fatir ayat ini (29) disebut Ayatul Quro yaitu ayatnya orang yang senang membaca Al-Qur’an, karena ada kata tijarotan lan tabur yang berarti perniagaan yang tidak pernah merugi,” ucapnya.

Ketiga, orang-orang yang senang membaca Al-Qur’an. Ia menerangkan, orang yang membaca Al-Qur’an secara lancar maka bacaannya seperti bacaan malaikat, kemudian orang yang tersendat-sendat (terbata-bata) tidak lancar dalam membaca Al-Qur’an maka ia akan memperoleh dua pahala pada setiap huruf.

“Kenapa dua pahala? Pertama karena kesungguhan dan yang kedua karena bacaannya,” ungkapnya.

Keempat, orang yang mendirikan sholat. Sholat itu ibadah sarana bertaqorrub mendekatkan diri kepada Allah, karena sholat adalah sarana untuk menuju kemenangan, setiap ada masalah maka sholatlah.

Kelima, menginfakkan rizqi baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.

Ardiansyah menerangkan bahwa para sahabat yang dekat dengan Rasulullah itu infaknya tidak sembarang.

“Infak sedekah itu bukti keimanan, tidak ada orang yang mengaku beriman namun ia pelit bakhil, tidak mau infak sedekah,” lanjutnya.

“Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang berbisnis dengan lima hal ini, maka tidak akan pernah merugi,” tutupnya.

Turut hadir juga pada acara taklim ini Ibu -Ibu dari Majelis Taklim At-Thoriqiyah, Majelis Taklim Tayan, Majelis Taklim Sandai dan Majelis Taklim Mukhlisin Pontianak. (L/rid/R12/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)