DZIKIR SALAH SATU PERNIAGAAN YANG MENGUNTUNGKAN

dzikir tenang cahaya sirrullahOleh : Septia Eka Putri, Jurnalis Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melebihkan manusia dari semua makhluk yang lain, memberinya keistimewaan nikmat berbicara, dan menjadikan lidah sebagai alat berbicara.

Nikmat berbicara ini bisa digunakan, baik dalam kebaikan ataupun kejelekan. Siapa saja mempergunakan nikmat tersebut untuk kebaikan maka akan mengantarkannya kepada kebahagiaan dunia dan derajat yang utama di akhirat. Sebaliknya, siapa saja menggunakannya selain untuk itu, maka ia akan membawanya kepada kehancuran di dunia dan di akhirat.

Sesungguhnya lidah sangatlah berbahaya, karena itu dianjurkan bagi setiap muslim menjaga perkataanya, berfikir sebelum mengatakan sesuatu. Dengan semua hal itu, sebaik-baik permanfaatan lidah di setiap waktu setelah membaca Al-Qur’an adalah berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Keutamaan Dzikir

Banyak sekali hadits yang menerangkan tentang keutamaan dzikir, di antaranya sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang artinya:

“Maukah aku kabarkan kepada kalian, amal kalian yang terbaik dan tersuci di sisi Penguasa kalian (Allah), serta tertinggi dalam derajat kalian, juga lebih baik bagi kalian dibandingkan berinfak dengan emas dan uang, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu musuh kemudian kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian.”Mereka menjawab, “Tentu, ya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam.” Beliau pun bersabda, ”Berdzikir kepada Allah Ta’ala.” (H.R Tirmidzi).

Sabda lain dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Artinya:Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak mengingat Tuhannya, bagaikan orang hidup dengan orang mati.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Lainnya, adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam hadits Qudsi:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

Artinya: “Aku menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila dia mengingat-Ku. Bila dia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku, dan jika dia mengingat-Ku pada suatu kelompok maka Aku mengingatnya pada kelompok yang lebih baik dari mereka. Jika dia mendekat satu jengkal kepada-Ku maka Aku akan mendekat satu hasta kepadanya, jika dia mendekat satu hasta kepada-Ku Aku akan mendekat kepadanya satu depa.” (H.R Bukhari)

Kemudian sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menasihati seorang sahabat, “Hendaklah lidahmu selalu basah dengan berdzikir kepad Allah.” (H.R Tirmidzi).

Allah pun mengumpulkan keutamaannya di dalam ayat :

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan dzikrullah. Ketahuilah dengan dzikrullah itu, tenang tenteramlah hati manusia”. (QS Ar-Ra’d [13]: 28).

Pahala Berlipat Ganda  

Pahala berdzikir dilipatgandakan sebagaimana dilipatgandanya pahala membaca Al-Qur’an, sesuai dengan kadar keimanan, keikhlasan dan mahabbah kepada Allah yang ada didalam hati. Serta adanya penghayatan dan sibuknya hati dalam berdzikir.

Jadi, tidak hanya dengan lidah saja. Apabilah hal itu dilakukan dengan sempurna, maka Allah akan menghapus semua dosa-dosanya, dan memberikan pahalanya secara sempurna. Dan jika kurang sempurna maka pahalanya pun sebanding dengan kekurangan kesempurnaan amal ibadah tersebut.

Manfaat Berdzikir

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,” Dzikir bagi hati seperti air bagi ikan, bagaimana keadaan ikan jika dipisahkan dari air?”.

Adapun manfaat berdzikir antara lain:

Pertama, menimbulkan kecintaan dan kedekatan kepada Allah, muroqobatullah (merasa selalu dalam pengawasan Allah) dan takut kepada-Nya, taubat dan kembali kepada-Nya, serta membantu kepada ketaatan-Nya.

Kedua, menghilangkan kesedihan dan gundah gulana dalam hati, mendatangkan keceriaan, serta membuat hati hidup, kuat dan jernih.

Ketiga, dalam hati ada kebutuhan dan kekurangan yang tidak dapat terpenuhi kecuali dengan dzikir, dan ada sifat keras yang tidak dapat diluluhkan dan dilembutkan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.

Keempat, dzikir adalah penyembuh dan obat hati, makanan dan kelezatannya yang tiada tara, sedangkan penyakitnya adalah lalai.

Kelima, sedikit berdzikir adalah tanda kemunafikan, dan banyak berdzikir adala tanda kuatnya iman dan kecintaan kepda Allah, karena yang mencintai sesuatu akan selalu mengingatnya.

Keenam, seorang hamba jika mengingat Allah dengan menyebut-Nya di saat senang, maka Allah akan mengingatnya di saat susah, terutama ketika ajal menjelang dan dalam keadaan sakaratul maut.

Ketujuh, dzikir merupakan sebab keselamatan dari adzab Allah, menjadi penyebab turunnya ketenangan, datangnya rahmat, dan pemohonan ampunan dari para malaikat.

Kedelapan, dengan sibuknya lidah berdzikir, terlupakan perkataan yang sia-sia, ghibah, namimah (mengadu domba), dusta dan perkara-perkara yang makruh dan haram lainnya.

Kesembilan, dzikir merupakan ibadah yang paling mudah, paling mulia dan paling utama. Dzikir adalah tanaman surga.

Kesepuluh, dzikir meliputi pelakunya dengan kewibawaan, kenikmatan, dan keceriaan wajah, Dzikir adalah cahaya di dunia, di alam kubur dan di akhirat.

Kesebelas, dzikir menyebabkan turunnya shalawat Allah dan para malaikat-Nya kepada orang yang berdzikir, dan Allah membanggakan orang-orang yang berdzikir kepada malaikat-Nya.

Kedua belas, sebaik-baik orang yang beramal adalah yang banyak berdzikir kepada Allah di antara mereka. Maka sebaik-baik orang yang berpuasa adaah mereka yang banyak berdzikir kepada Allah saat berpuasa.

Ketiga belas, dzikir memudahkan urusan yang sulit, menggampangkan urusan yang sukar,  meringankan beban, mendatangkan rezeki, serta menguatkan badan.

Keempat belas, mengusir godaan setan, menundukkan, merendahkan dan menghinakannya.

Sumber Utama: Al-‘Usyr al-Akhir dari Al-Qur’an Al-Karim. (P007/P4).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0