Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Libya Jalani Ramadhan di Tengah Ekonomi yang Memburuk

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 22 Februari 2026 - 17:35 WIB

Ahad, 22 Februari 2026 - 17:35 WIB

14 Views ㅤ

Kota Tripoli, Libya (Al Jazeera)

Tripoli, MINA – Warga Libya menjalani bulan suci Ramadhan 1447 H di tengah kondidi ekonomi yang memburuk.

Memburuknya ekonomi ditandai dengan harga bahan pokok makanan yang melonjak, mata uang yang terdevaluasi dan perpecahan politik.

Arab News melaporkan, 15 tahun setelah jatuhnya Muammar Qaddafi, negara itu terpecah antara timur dan barat, sementara kekurangan barang, termasuk bahan bakar, meskipun Libya memiliki cadangan minyak dan gas yang besar.

Di ibu kota Tripoli, sebagian besar ATM kehabisan uang tunai pekan ini.

Harga minyak goreng telah meningkat dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir, sementara harga daging dan unggas naik setengahnya.

Dalam sebuah pidato pekan ini, Perdana Menteri Abdulhamid Dbeibah mengakui bahwa devaluasi sekali lagi telah “membebani warga negara.” []

Mi’raj News Agency (MINA)

Berita Terkait Lainnya

Rekomendasi untuk Anda