Warga Palestina di Luar Negeri: Pendudukan Berlakukan Kurikulum Cuci Otak

Yerusalem, MINA – Warga Palestina di luar negeri yang tergabung dalam Komite Al-Quds mengatakan, otoritas pendudukan memberlakukan kurikulum yang bertujuan mencuci otak anak-anak Yerusalem.

Komite Al-Quds mengatakan hal itu pada Konferensi Rakyat Palestina di Luar Negeri, Ahad (18/9), dan menyatakan dukungan mereka untuk pemogokan komprehensif siswa sekolah Yerusalem menentang penerapan kuirkulum tersebut. Quds Press melaporkan.

“Kementerian Pendidikan Palestina, dan lembaga-lembaga Arab dan Islam di luar negeri, harus mendukung sekolah-sekolah menyediakan kebutuhan dasar mereka, sehingga siswa-siswa Palestina dapat keluar dari cengkeraman pendudukan,” bunyi pernyataan.

Pernyataan itu menyerukan kembalinya manajemen kolektif bersama pendidikan di Yerusalem melalui badan pendidikan yang jelas, mencakup perwakilan dari sekolah Wakaf, UNRWA, administrasi sekolah swasta, serta kepala sekolah nasional dan guru di sekolah kota, untuk melestarikan pendidikan di Yerusalem di bawah payung nasional.

Komite Al-Quds juga menekankan pentingnya memperkuat peran guru di sekolah-sekolah untuk memperbaiki apa yang menyimpang dari kurikulum, melindungi identitas nasional, dan memprioritaskan kepentingan umum.

Pernyataan menambahkan, normalisasi dengan pendudukan akan mempengaruhi seluruh bangsa, dan akan menargetkan kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah.

Komite Al-Quds menegaskan kepatuhan orang-orang Yerusalem pada posisi tegas penolakan mutlak terhadap upaya memaksakan kurikulum palsu di semua sekolah, dan tidak menerima apa pun selain kurikulum Palestina. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)