Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

10 Dosa Besar Akhir Zaman yang Hanya Bisa Dihindari Dengan Jama’ah

Bahron Ansori Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 14 Desember 2025 - 12:23 WIB

Ahad, 14 Desember 2025 - 12:23 WIB

63 Views

10 Dosa Besar Akhir Zaman yang Hanya Bisa Dihindari Dengan Jama’ah
Rasulullah SAW tidak memerintahkan umatnya untuk berjuang sendirian, tetapi menegaskan, “Hendaklah kalian bersama jama’ah.”(Foto: Sidieq MINA)

AKHIR zaman adalah masa ketika dosa tidak lagi terasa sebagai dosa. Ia hadir halus, masuk melalui kebiasaan, layar gawai, dan pembenaran akal. Di tengah situasi seperti ini, Rasulullah SAW tidak memerintahkan umatnya untuk berjuang sendirian, tetapi menegaskan, “Hendaklah kalian bersama jama’ah.” Sebab jama’ah bukan sekadar kumpulan orang, melainkan iman/">benteng iman yang menjaga seorang Muslim tetap sadar di tengah arus fitnah.

Pertama, dosa besar syahwat digital, berupa zina pandangan dan zina online. Di akhir zaman, dosa ini sangat mudah diakses dan sulit dihindari jika seseorang sendirian. Jama’ah menjadi pelindung karena menghadirkan kontrol sosial, budaya saling menasihati, dan rasa malu yang hidup. Ketika seseorang menetapi jama’ah, ia tidak hanya takut kepada Allah, tetapi juga menjaga dirinya dari jatuh di hadapan saudara-saudaranya.

Kedua, dosa besar meninggalkan salat secara perlahan. Banyak orang tidak meninggalkan salat secara terang-terangan, tetapi mematikannya sedikit demi sedikit. Jama’ah mencegah dosa ini dengan menciptakan ritme ibadah yang terjaga. Jadwal, kebiasaan, dan keteladanan membuat salat tetap hidup meski iman sedang turun.

Ketiga, dosa besar mengikuti hawa nafsu dan ego. Akhir zaman adalah masa ketika perasaan dijadikan hakim kebenaran. Jama’ah menolong seseorang keluar dari jebakan ini karena di dalamnya ada kritik, arahan, dan koreksi. Ego tidak dibiarkan tumbuh liar, tetapi dilatih tunduk pada kebenaran.

Baca Juga: Menjaga Hati dari Dengki di Bulan Ramadhan

Keempat, dosa besar durhaka kepada orang tua. Kesibukan dan teknologi sering membuat manusia jauh dari adab. Jama’ah menjaga dosa ini dengan terus menghidupkan nilai birrul walidain melalui nasihat, teladan, dan pengingatan kolektif, sehingga adab tidak kalah oleh kesibukan.

Kelima, dosa besar meremehkan ilmu dan anti-nasihat. Fenomena merasa paling benar sangat kuat di akhir zaman. Jama’ah menanamkan tawadhu dan adab kepada guru. Seseorang belajar bahwa keselamatan bukan pada merasa pintar, tetapi pada mau diarahkan.

Keenam, dosa besar merusak ukhuwah melalui prasangka, gibah, dan perpecahan. Jama’ah menjaga dosa ini dengan sistem persaudaraan yang rapi. Konflik tidak dibiarkan liar, tetapi diselesaikan dengan musyawarah dan akhlak, sehingga iman tumbuh dalam kebersamaan.

Ketujuh, dosa besar materialisme dan gaya hidup konsumtif. Dunia akhir zaman mengajarkan manusia menilai diri dari harta. Jama’ah mengajarkan qana’ah dan hidup sederhana. Ketika lingkungan tidak memamerkan dunia, jiwa pun lebih tenang.

Baca Juga: Syukur yang Menyelamatkan, Pergaulan yang Menentukan

Kedelapan, dosa besar memutus silaturahmi. Kesibukan sering menjadi alasan putusnya kepedulian. Jama’ah mengikat anggota dalam hubungan yang aktif dan hidup, sehingga seseorang tidak terisolasi dalam dunianya sendiri.

Kesembilan, dosa besar mengabaikan dakwah. Banyak orang merasa cukup beribadah sendiri. Jama’ah menjaga dosa ini dengan membagi peran dan tanggung jawab, sehingga dakwah tetap berjalan dan iman tidak mandek.

Kesepuluh, dosa besar takut berjuang di jalan Allah. Di akhir zaman, kebenaran sering terasa asing. Jama’ah melahirkan keberanian karena ada pemimpin, barisan, dan tujuan yang jelas. Takut berubah menjadi yakin ketika perjuangan dilakukan bersama.

Mengapa dosa-dosa besar ini hanya bisa dihindari dengan menetapi jama’ah? Pertama, karena jama’ah memberi kekuatan spiritual dan mental. Iman pribadi mudah goyah, tetapi iman kolektif saling menopang.

Baca Juga: Memaknai Nuzulul Qur’an sebagai Pedoman Kehidupan

Kedua, karena jama’ah menyediakan lingkungan yang sehat. Lingkungan lebih kuat daripada niat pribadi.

Ketiga, jama’ah membangun disiplin ibadah dan akhlak melalui sistem dan keteladanan. Keempat, jama’ah mencegah dosa besar sejak masih berupa dosa kecil. Kelima, jama’ah mengikat hati agar tetap lurus ketika dunia membelokkannya.

Kesimpulannya, di tengah derasnya fitnah akhir zaman, menetapi jama’ah adalah rahmat Allah yang nyata. Di luar jama’ah, banyak orang jatuh tanpa sadar. Namun bersama jama’ah, seorang hamba dijaga, dikuatkan, dan diselamatkan. Maka jika engkau telah berada di dalamnya, jangan pernah melepaskan diri. Karena keselamatan di akhir zaman bukan pada kuatnya diri, tetapi pada kokohnya kebersamaan di jalan Allah.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Rahasia Amal Diterima: Hati yang Merasa Amalnya Belum Seberapa

Rekomendasi untuk Anda