Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KH Abul Hidayat Saerodjie: Konsep Ilahi Jawaban atas Krisis Global

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 8 Februari 2026 - 06:44 WIB

Ahad, 8 Februari 2026 - 06:44 WIB

5 Views ㅤ

Ulama Indonesia KH Abul Hidayat Saerodjie (foto: MINA)

Jakarta, MINA — Ulama kharismatik KH Abul Hidayat Saerodjie menegaskan, konsep ilahi dari Allah Ta’ala mampu menyelesaikan berbagai persoalan global yang kian kompleks. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Taklim Akhir Syaban Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang digelar pada Ahad (8/2).

Dalam ta’lim tersebut, ia menilai logika manusia gagal total dalam menata kehidupan dunia. Menurutnya, teori-teori ekonomi, politik, dan sistem buatan manusia terbukti melahirkan penjajahan, eksploitasi, serta ketimpangan yang terus berulang.

Ia menjelaskan, konsep ilahi berasal dari Sang Pencipta sebagai tuntunan hidup yang sempurna, mengingatkan manusia agar hanya menyembah kepada Allah dan mengikuti syariat yang diturunkan melalui para Nabi.

“Teori manusia tidak mampu menghadirkan keadilan sejati. Yang muncul justru penindasan dan dominasi pihak kuat atas yang lemah,” ujarnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ust Abul Hidayat juga menekankan pentingnya kehidupan berjamaah yang berintikan persaudaraan. Persaudaraan itu dibuktikan melalui saling tolong-menolong dan keterikatan hati satu sama lain demi meraih ridha Allah semata.

Ia menegaskan, sudah saatnya umat manusia kembali tunduk dan patuh kepada tuntunan Allah Ta’ala sebagai jalan keselamatan dunia dan akhirat.

Taklim Akhir Sya’ban merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pnpes Al-Fatah menjelang datangnya bulan suci Ramadhan sebagai bentuk pengingat bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Melalui majelis ilmu ini, jamaah diajak memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman syariat, serta menata kembali niat dan amal agar memasuki Ramadhan dengan kesiapan spiritual yang lebih baik, sehingga bulan penuh berkah itu dapat dijalani dengan maksimal dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. []

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat
Indonesia
Amerika
Tausiyah