Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

108 Pegawai Pemerintah Arab Saudi Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 2 September 2026 - 16:48 WIB

Rabu, 2 September 2026 - 16:48 WIB

33 Views ㅤ

Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Arab Saudi (Nazaha). -Saudi Gazette-

Riyadh, MINA – Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Arab Saudi (Nazaha) mencatat gebrakan besar sepanjang Agustus 2026.

Sebanyak 108 pegawai pemerintah ditangkap dalam operasi besar-besaran yang menyasar berbagai Kementerian. Beberapa di antaranya kemudian dibebaskan dengan jaminan setelah menjalani pemeriksaan intensif. Saudi Gazzette melaporkan, Selasa (1/9).

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari strategi pemberantasan korupsi yang terus digalakkan oleh Kerajaan di bawah komitmen Visi 2030 untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Selama Agustus, Otoritas Nazaha melakukan 2.659 kunjungan pengawasan ke berbagai instansi pemerintah. Dari hasil pengawasan tersebut, 352 pegawai dilaporkan terlibat dalam dugaan kasus korupsi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Dari jumlah itu, 108 orang resmi ditangkap. Mereka berasal dari sejumlah kementerian strategis, antara lain: Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kehakiman, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kota dan Perumahan.

Modus dan Tuduhan

Nazaha menuduh para pegawai tersebut terlibat dalam tindak pidana korupsi berupa: penerimaan suap, penyalahgunaan jabatan, dan penyimpangan wewenang dalam pelayanan publik dan proyek-proyek pemerintah

Beberapa di antara mereka telah menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara sejumlah lainnya dibebaskan dengan jaminan menunggu persidangan.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Operasi menunjukkan bahwa tidak ada toleransi terhadap korupsi di Saudi, seberapa pun tinggi jabatan pelakunya.

Langkah ini sejalan dengan reformasi besar-besaran di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang menempatkan good governance dan penegakan hukum sebagai pilar utama pembangunan nasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Timur Tengah
Dunia Islam
Dunia Islam
Palestina
Palestina
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia