Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

14 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Bekasi adalah Wanita

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 28 April 2026 - 16:19 WIB

Selasa, 28 April 2026 - 16:19 WIB

123 Views ㅤ

14 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Bekasi adalah Wanita
Kecelakaan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (Foto: x)

Bekasi, MINA – Seluruh korban meninggal dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dipastikan merupakan perempuan dewasa (wanita), dengan total korban jiwa mencapai 14 orang dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Mayoritas korban berada di gerbong khusus wanita yang mengalami kerusakan paling parah akibat benturan keras antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta api jarak jauh.

Proses evakuasi telah selesai dilakukan dan tidak ditemukan lagi korban di dalam rangkaian kereta. Sebagian korban sempat terjebak di antara rangka baja yang ringsek sehingga membutuhkan proses evakuasi khusus.

Kecelakaan terjadi pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 20.50 WIB, saat kereta jarak jauh menabrak bagian belakang KRL yang tengah berhenti di jalur Stasiun Bekasi Timur.

Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan

Informasi awal menyebutkan insiden ini dipicu oleh kejadian lain di lintasan, yakni adanya kendaraan yang mengganggu jalur rel, sehingga rangkaian kereta commuter terhenti dan kemudian tertabrak kereta lain dari belakang.

Sebanyak 84 korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Bekasi dan Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif. Sebagian mengalami luka akibat benturan keras, serpihan kaca, serta himpitan badan kereta.

Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti aspek keselamatan transportasi rel di Indonesia, terutama pada jalur padat seperti Bekasi yang dilalui kereta komuter dan kereta jarak jauh secara bersamaan. Pengamat menilai perlunya pemisahan jalur dan modernisasi sistem persinyalan guna mencegah kejadian serupa.

Baca Juga: Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan Usai Ditetapkan Tersangka Penyadapan

Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam, termasuk menelusuri faktor teknis dan human error yang mungkin menjadi pemicu tragedi tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Rekomendasi untuk Anda