Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

17,3 Juta Pemudik Diprediksi Tumpah ke Jateng

Zaenal Muttaqin Editor : Rudi Hendrik - Senin, 9 Maret 2026 - 19:22 WIB

Senin, 9 Maret 2026 - 19:22 WIB

17 Views ㅤ

Rakor forum pimpinan daerah Pemprov Jateng bahas kesiapan sambut kedatangan pemudik (Foto: Istimewa/MINA)

Semarang, MINA – Gelombang besar pemudik diprediksi akan “tumpah” ke Jawa Tengah pada Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memperkirakan sekitar 17,3 juta orang akan masuk ke wilayah ini selama arus mudik dan balik Idulfitri.

Mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pemudik harus menjadi prioritas utama seluruh pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.

Hal itu disampaikan Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026 bersama para bupati, wali kota, serta Forkopimda se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (9/3).

“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Rakor tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, serta jajaran Forkopimda provinsi. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai kesiapan lintas sektor, mulai dari sarana-prasarana transportasi, ketersediaan bahan pokok, hingga mitigasi potensi bencana di sejumlah wilayah rawan.

Pemprov Jateng sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya Posko Terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jateng, posko kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah, serta posko di 23 terminal tipe B. Selain itu juga disiapkan patroli mobile di titik rawan kemacetan seperti kawasan wisata, pusat keramaian, dan pasar tumpah.

Sejumlah fasilitas pendukung juga diperkuat, termasuk pemasangan rambu portabel, penambahan 10 titik CCTV, serta program mudik dan balik rantau gratis. Pemerintah juga melakukan ramp check kendaraan angkutan umum di terminal tipe B serta menyiapkan jalur-jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Luthfi menegaskan, perbaikan jalan berlubang juga menjadi perhatian utama. Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota terus mempercepat penanganan kerusakan jalan, termasuk pemasangan rambu lalu lintas dan perbaikan penerangan jalan.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

“Penanganan harus cepat. Kita ingin memastikan jalan mulus dan aman sehingga masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan lancar,” tegasnya.

Selain transportasi, Pemprov juga memastikan ketersediaan bahan pokok penting tetap terjaga selama periode Ramadan hingga Lebaran. Untuk itu, operasi pasar dan pengawasan Satgas Pangan terus digencarkan di berbagai daerah.

“Operasi pasar kita perbanyak. Saat ini sudah sekitar 300 kegiatan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.

Di sektor energi, pemerintah memastikan stok BBM, LPG, dan listrik dalam kondisi aman. Pertamina disebut telah menjamin pasokan energi untuk Jawa Tengah mencukupi, sementara PLN juga telah menyiapkan pengamanan distribusi listrik, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

“Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, tidak usah latah dan kemrungsung. Stok BBM sangat cukup, bahkan untuk dua bulan ke depan,” kata Luthfi.

Ia juga meminta seluruh kepala daerah melakukan mitigasi potensi bencana yang mungkin terjadi selama libur Lebaran, mengingat sejumlah wilayah di Jawa Tengah rawan longsor, banjir, maupun cuaca ekstrem.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyatakan pengamanan Idulfitri tahun ini akan menitikberatkan pada konsep safety and hospitality, yakni menjamin keamanan sekaligus memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.

Sebanyak 28.980 personel disiagakan untuk mengamankan arus mudik, arus balik, serta perayaan Idulfitri di Jawa Tengah. Personel tersebut terdiri dari 22.000 anggota Polri, 1.189 personel TNI, dan 5.111 personel dari instansi terkait lainnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Puluhan ribu personel itu akan ditempatkan di berbagai objek vital, mulai dari pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga kawasan wisata.

“Ada sekitar 134 pusat perbelanjaan, 45 terminal, 23 pelabuhan, 18 pelabuhan perikanan, 16.300 masjid, 224 objek wisata, dan 48 stasiun yang menjadi perhatian pengamanan. Kami juga menyiapkan 153 pos pengamanan, 78 pos pelayanan, dan 31 pos terpadu,” jelasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan masyarakat yang pulang ke kampung halaman. []

Mi’raj News Agency (MINA) 

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia