Teheran, MINA – Sedikitnya 281 pelajar dan tenaga pendidik dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak bulan lalu, menurut pernyataan pejabat Iran pada Ahad (29/3).
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan Iran, Hossein Sadeghi mengatakan jumlah korban mencakup 222 siswa, empat anak prasekolah, 48 guru, serta tujuh staf pendidikan yang telah pensiun. Selain itu, sebanyak 185 pelajar dan tenaga pendidikan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Ia juga mengungkapkan, serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas pendidikan dan sosial. Sedikitnya 789 fasilitas terdampak, termasuk sekitar 700 sekolah, 40 gedung administrasi, 30 fasilitas olahraga, lima kamp pelajar, serta 14 pusat budaya dan pendidikan.
Serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah berlangsung sejak 28 Februari, dengan total korban tewas mencapai lebih dari 1.340 orang. Dalam konflik tersebut, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Serangan balasan ini dilaporkan menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan internasional.
Situasi ini menandai eskalasi serius konflik di kawasan Timur Tengah dengan dampak yang semakin meluas, baik secara kemanusiaan maupun geopolitik global.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
















Mina Indonesia
Mina Arabic