Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Penasihat Trump Desak Putra Netanyahu Dikirim ke Medan Perang Iran

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 1 April 2026 - 10:27 WIB

Rabu, 1 April 2026 - 10:27 WIB

27 Views

Washington, MINA – Steve Bannon mantan penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan seruan agar Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dideportasi dari Amerika Serikat dan dikirim ke medan perang melawan Iran.

Dalam pernyataannya di layanan streaming sayap kanan Real America’s Voice, yang dikutip Rabu (1/4), Bannon mempertanyakan mengapa Yair berlibur di Miami sementara serangan AS-Israel terhadap Iran masih berlangsung.

“Anak Netahyahu di Miami, usir dia besok,” kata Bannon, seraya menyerukan agar Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) bertindak.

“Di mana DHS saat kita membutuhkan mereka? Bawa dia kembali ke sana. Kenakan seragam padanya. Biarkan dia berada di gelombang pertama,” tambah Bannon.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Bannon juga meluaskan kritiknya kepada para pangeran dari negara-negara teluk Arab yang bersekutu dengan Washington.

Ia berargumen, mereka juga harus dideportasi dari kota-kota seperti London dan dikirim untuk bertempur di kawasan Teluk, mengingat AS telah mengindikasikan kemungkinan melancarkan operasi darat.

Baik Yair maupun saudaranya, Avner, tidak menyelesaikan wajib militer Israel meskipun keduanya telah memenuhi usia wajib militer.

Bannon menjabat sebagai penasihat senior selama masa jabatan pertama Trump dan tetap menjadi tokoh penting dalam gerakan Make America Great Again (MAGA).

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat pangkalan militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda