Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dianugerahi Medali Tertinggi PBB Dag Hammarskjöld

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 5 April 2026 - 17:17 WIB

Ahad, 5 April 2026 - 17:17 WIB

120 Views ㅤ

3 prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA — Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon dianugerahi Medali Dag Hammarskjöld, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Mereka gugur saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Lebanon selatan.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan bahwa selain penghargaan dari PBB, ketiga prajurit juga mendapatkan kenaikan pangkat anumerta serta santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas kemanusiaan internasional.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Medali Dag Hammarskjöld merupakan penghargaan khusus yang diberikan PBB kepada personel militer, polisi, maupun sipil yang gugur dalam misi penjaga perdamaian.

Penghargaan ini pertama kali diperkenalkan pada 1997 dan dinamai dari Sekretaris Jenderal PBB, Dag Hammarskjöld, yang wafat saat menjalankan tugas perdamaian.

Jenazah ketiga prajurit telah dipulangkan ke Indonesia dan disambut dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan duka cita mendalam serta menegaskan bahwa pengabdian para prajurit menjadi simbol komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di kawasan konflik. Di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah, kontribusi Indonesia dalam misi PBB dinilai tetap penting sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan global. []

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Menlu Singapura Sebut Karhutla di Indonesia Ulah Manusia
Indonesia
Indonesia
MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA