Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eksodus Besar-Besaran, 180.000 Warga Israel Tinggalkan Wilayah Penjajahan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:43 WIB

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:43 WIB

20 Views ㅤ

Eksodus warga Israel. (Quds Press)

Tel Aviv, MINA – Surat kabar Ibrani Maariv pada Jumat (17/7), mengungkapkan, terjadi eksodus besar-besaran, dengan kepergian warga Israel mencapai sekitar 180.000 orang selama periode 2022 hingga 2024.

Angka ini mencerminkan gelombang migrasi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah negara tersebut, didorong oleh memburuknya situasi keamanan, perpecahan sosial yang mendalam, dan krisis perumahan yang tak kunjung usai. Demikian disebutkan Quds Press.

Menurut laporan Maariv, rincian tahunan migrasi warga Israel, terdiri dari:

  • Tahun 2022: 37.800 warga.
  • Tahun 2023 59.400 warga.
  • Tahun 2024: 82.800 warga.

Faktor Pendorong Eksodus

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Surat kabar tersebut mengidentifikasi tiga faktor utama yang mendorong gelombang besar ini:

  1. Memburuknya Keamanan. Perang multi-front yang berkepanjangan di Gaza, Lebanon, dan Iran telah menciptakan ketidakstabilan yang terus-menerus.
  2. Perpecahan Sosial. Konflik internal yang mendalam, terutama terkait kebijakan pemerintah dan reformasi peradilan, telah memecah belah masyarakat.
  3. Krisis Perumahan. Harga properti yang melambung tinggi dan sulitnya kepemilikan rumah mendorong banyak keluarga untuk mencari kehidupan yang lebih layak di luar negeri.

Hilangnya Kompetensi Ilmiah dan Akademis

Sebuah laporan terpisah yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Informasi Knesset Israel memantau eskalasi yang mengkhawatirkan dalam migrasi balik, terutama di kalangan tenaga ilmiah dan akademis.

Sejak pecahnya perang 2023, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah keberangkatan para peneliti, profesor, dan profesional terdidik, yang menimbulkan kekhawatiran akan “brain drain” atau kaburnya otak-otak terbaik bangsa ke luar negeri.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Gelombang eksodus tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan Israel. Hilangnya penduduk produktif dan berbakat tersebut tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada kohesi sosial dan kemampuan negara untuk membangun kembali kepercayaan warganya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda