Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oposisi Israel Sebut Netanyahu Mainkan Politik Murahan dalam Insiden Pesawat Flydubai

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 30 September 2026 - 23:15 WIB

Rabu, 30 September 2026 - 23:15 WIB

35 Views ㅤ

Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid (foto: Wiki)

Yerusalem, MINA — Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menyebut pemerintah pimpinan Benyamin Netanyahu memainkan “politik murahan” dengan memanfaatkan insiden penerbangan Flydubai yang memicu kekhawatiran keamanan, Rabu (30/9).

Lapid juga membantah adanya kaitan antara insiden tersebut dengan pengarahan keamanan yang diterimanya dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (29/9) malam.

“Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai insiden pesawat pagi ini dalam pengarahan keamanan bersama perdana menteri tadi malam. Tidak ada yang serupa, bahkan tidak ada sedikit pun petunjuk mengenai hal itu,” kata Lapid melalui X, Rabu. Mengapa Middle East Monitor.

Lapid menuding pihak-pihak yang sejalan dengan pemerintah berusaha memanfaatkan insiden tersebut untuk kepentingan politik.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

“Semua upaya memutarbalikkan keadaan yang dilakukan para juru bicara sekarang hanya membuktikan apa yang sudah jelas kemarin — mereka sekali lagi mencoba memainkan politik murahan dengan mengorbankan keamanan Israel,” ujarnya.

Ia menyebut tindakan tersebut tidak bertanggung jawab.

Pernyataan Lapid muncul sehari setelah Netanyahu memberinya pengarahan keamanan menyusul peringatan perdana menteri mengenai kemungkinan serangan terhadap Zionis Israel menjelang pemilu yang dijadwalkan pada 27 Oktober.

Setelah pertemuan tersebut, Lapid mengatakan tidak ada alasan untuk membuat masyarakat panik dan menekankan bahwa ancaman keamanan harus ditangani secara profesional dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Sementara itu, insiden penerbangan terjadi pada pesawat Flydubai FZ1073 yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv.

Pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat dan kode yang mengindikasikan kemungkinan pembajakan sebelum mengubah arah dan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Sultan bin Abdulaziz di Tabuk, Arab Saudi.

Pesawat tersebut membawa lebih dari 150 penumpang.

Dua jet tempur Zionis Israel dilaporkan dikerahkan setelah muncul peringatan tersebut.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Otoritas Zionis Israel pada awalnya menyelidiki kemungkinan pembajakan atau insiden keamanan.

Laporan berikutnya menyebut adanya pertengkaran di kokpit antara kedua pilot yang diduga memicu aktivasi kode darurat.

Bandara Tabuk menyatakan kapten dan kopilot pesawat mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Perkembangan selanjutnya, Perdana Menteri Netanyahu mengatakan salah satu awak pesawat menyerang pilot lainnya dan diduga berupaya mengambil kendali pesawat.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Pihak berwenang Saudi telah menahan kopilot yang dituduh melakukan serangan tersebut untuk menjalani pemeriksaan.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Rekomendasi untuk Anda