Amman, Yordania, MINA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Abdullah II bin Al-Hussein di Istana Basman, Kota Amman, Rabu (25/2).
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Prabowo untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara serta membahas berbagai isu penting terutama terkait konflik Palestina, salah satunya pengiriman pasukan ke Gaza.
Kedua pemimpin negara membuka dialog dengan upacara kenegaraan yang khidmat, disusul inspeksi pasukan kehormatan dan pertemuan empat mata sebelum masuk ke agenda bilateral.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk mengupayakan perdamaian permanen di Timur Tengah melalui dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution) yang menjamin kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu
Prabowo juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap 20 poin rencana perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat serta partisipasi aktif Indonesia dalam Board of Peace — suatu forum internasional yang mengupayakan stabilitas dan rekonstruksi di wilayah konflik Gaza.
Raja Abdullah II memberikan respons positif pada komitmen Indonesia tersebut dan menunjukkan kesiapan Yordania untuk memperkuat kerja sama strategis, khususnya dalam aspek teknis dan dukungan pelatihan jika Indonesia mempertimbangkan pengiriman pasukan ke wilayah konflik di bawah mandat internasional.
Dukungan ini dianggap signifikan mengingat Yordania merupakan negara yang paling dekat secara geografis dan politik dengan kondisi di Gaza dan Tepi Barat.
Selain membahas aspek perdamaian, kedua pemimpin juga mengangkat dinamika situasi terkini di Gaza dan Tepi Barat yang menurut Prabowo dapat menghambat proses inklusif sesuai yang diharapkan komunitas internasional.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel
Pembahasan ini menunjukkan kesamaan pandangan antara Indonesia dan Yordania dalam merespons tantangan kemanusiaan serta upaya diplomatik untuk memperkuat stabilitas kawasan.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan peran aktif Indonesia di kancah internasional dalam isu kemanusiaan dan perdamaian Timur Tengah. Indonesia sebelumnya telah menyiapkan unit stabilisasi untuk Gaza yang berpotensi berperan dalam aspek kesehatan dan rekonstruksi setelah memperoleh mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atau forum multilateral terkait.
Hubungan bilateral Indonesia–Yordania di masa kini menjadi salah satu pilar penting dalam diplomasi kawasan dan pencarian solusi damai yang lebih luas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
















Mina Indonesia
Mina Arabic