Gaza, MINA – Penjajah Israel membuka kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir pada Kamis (19/3) untuk perjalanan terbatas warga Palestina dengan pembatasan ketat, setelah sebelumnya ditutup selama 20 hari.
Dalam sebuah pernyataan, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan timnya mengangkut 25 pasien beserta pendamping mereka dari sebuah rumah sakit di Khan Younis, Gaza selatan, menuju perbatasan untuk persiapan keberangkatan berobat ke luar negeri.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memfasilitasi akses warga Palestina yang terluka dan sakit untuk mendapatkan perawatan medis, di tengah tekanan berat terhadap fasilitas kesehatan di dalam Gaza.
Israel menutup perbatasan Gaza, termasuk terminal Rafah, menyusul pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari lalu.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Badan pemerintah Israel, COGAT, sebelumnya mengatakan penyeberangan Rafah akan dibuka kembali untuk perjalanan terbatas dua arah dengan mekanisme yang sama seperti sebelum penutupan dan tunduk pada arahan keamanan yang relevan.
Pada 2 Februari lalu, Israel membuka kembali sebagian sisi Palestina di perbatasan Rafah, yang telah didudukinya sejak Mei 2024, namun dengan kondisi yang sangat terbatas dan pembatasan ketat.
Perkiraan warga Palestina di Gaza menunjukkan bahwa sekitar 22.000 orang terluka dan sakit perlu meninggalkan wilayah kantong tersebut untuk berobat ke luar negeri di tengah runtuhnya sistem kesehatan di wilayah itu setelah dua tahun perang Israel.
Sebelum perang, ratusan warga Palestina setiap hari menggunakan perbatasan Rafah untuk bepergian ke Mesir, sementara ratusan lainnya kembali ke Gaza dalam perjalanan reguler.[]
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic