Jakarta, MINA – Jakarta kembali menjadi sorotan akibat memburuknya kualitas udara di ibu kota. Berdasarkan pemantauan kualitas udara global pada Sabtu (9/5), indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Jakarta tercatat mencapai angka 189 AQI US.
Angka tersebut masuk dalam kategori “Tidak Sehat” dan dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta penderita gangguan pernapasan.
Kondisi udara yang memburuk ini memicu kekhawatiran publik, mengingat paparan polusi udara dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Dampak yang ditimbulkan mulai dari iritasi pada saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga meningkatkan risiko penyakit serius apabila terpapar secara terus-menerus.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam dengan tingkat polusi tinggi. Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga dinilai penting guna meminimalkan paparan partikel polutan di udara.
Persoalan polusi udara di Jakarta sendiri telah lama menjadi perhatian berbagai pihak. Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta faktor cuaca disebut menjadi sejumlah penyebab utama menurunnya kualitas udara di wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Pemerintah diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah pengendalian polusi udara melalui pengawasan emisi, pengembangan transportasi publik ramah lingkungan, serta peningkatan ruang terbuka hijau demi menjaga kualitas udara yang lebih sehat bagi masyarakat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
















Mina Indonesia
Mina Arabic