Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imaam Yakhsyallah: Persatuan Umat Kunci Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 21 Juni 2026 - 11:10 WIB

Ahad, 21 Juni 2026 - 11:10 WIB

86 Views ㅤ

Imaam Yakhsyallah Mansur menyampaikan tausiyah apda Tabligh Akbar Muharram 1448 H di Masjid At-Taqwa Cibubur Jakarta (foto: Sidik MINA)

Jakarta, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menegaskan bahwa persatuan umat Islam merupakan kunci utama dalam upaya pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Palestina dari penjajahan.

Dalam tausiyahnhya di Tabligh Akbar Muharram di Masjid At-Taqwa Cibubur, Ahad (21/6) Imaam Yakhsyallah menjelaskan bahwa konsep berjamaah memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap pentingnya menjaga kesatuan umat serta menjauhi perpecahan.

Ia mengutip sejumlah riwayat yang menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk berpegang teguh kepada jamaah, mendengar dan taat kepada kepemimpinan yang sah, berhijrah, serta berjihad di jalan Allah. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan umat.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Yakhsyallah juga menyoroti sejarah pembebasan Al-Aqsa oleh Umar bin Khattab dan Salahuddin Al-Ayyubi. Menurutnya, keberhasilan para pemimpin Muslim tersebut tidak terlepas dari kemampuan mereka menyatukan umat yang sebelumnya tercerai-berai oleh konflik dan perbedaan kepentingan.

Ia mengingatkan bahwa jatuhnya Al-Aqsa ke tangan pasukan Salib pada 1099 M juga terjadi ketika dunia Islam mengalami perpecahan politik yang tajam. Sebaliknya, pembebasan kembali Al-Aqsa pada 1187 M diawali dengan proses konsolidasi dan penyatuan kekuatan umat Islam di berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Yakhsyallah menegaskan bahwa makna Al-Jama’ah bukan sekadar jumlah mayoritas, melainkan kelompok yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta tetap berada dalam kebenaran. Karena itu, kekuatan umat tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga dari kualitas keimanan, ketaatan, dan persatuannya.

Kondisi Palestina saat ini menjadi pengingat bagi umat Islam dunia bahwa perjuangan membela Al-Aqsa membutuhkan kesadaran kolektif, penguatan ukhuwah, serta kepemimpinan yang mampu menyatukan potensi umat.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

“Persatuan merupakan jalan strategis untuk mengembalikan kekuatan umat dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tegasnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda