Jakarta, MINA — Pembina Utama Aqsa Working Group (AWG), Imaam KH Yakhsyallah Mansur, MA, menyampaikan tausiyah sekaligus doa penuh haru di hadapan ribuan peserta Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/11) pagi.
Dalam kesempatan itu, Imaam Yakhsyallah Mansur mengajak seluruh hadirin memaknai konsep muharrar sebagai wujud pengabdian untuk Masjid Al-Aqsa dan Palestina.
Dalam tausiyahnya, ia mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 35, tentang doa Hanna, istri Imran, yang menazarkan kandungannya untuk menjadi muharrar, murni untuk berkhidmat di Masjidil Aqsa.
“Ingatlah ketika istri Imran berkata, ‘Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitulmaqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'” Kutipan ayat tersebut.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Dari ayat tersebut, ia menjabarkan tiga makna utama muharrar yang harus dimiliki setiap pejuang Al-Aqsa.
Pertama, ikhlas untuk menjaga Masjid Al-Aqsa. Kedua, memfokuskan perhatian pada perjuangan Masjidil Aqsa. Ketiga, dalam setiap ibadah yang ditunaikan, senantiasa terlintas niat untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha.
“Mari menjadi muharrar untuk Masjidil Aqsa,” tegasnya.
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
Usai tausiyah, Imaam Yakhsyallah Mansur memanjatkan doa yang menggema di kawasan Monas. Doa tersebut dimulai dengan permohonan perlindungan bagi keluarga di Palestina, terutama di Gaza.
“Kami mohon pertolongan kepada keluarga kami di Gaza dan di Palestina keseluruhan, anak-anak kami, para wanita kami, para orang tua kami, hewan-hewan ternak kami, pohon-pohon kami, masjid-masjid kami, dan gereja-gereja yang ada di sana.”
Ia kemudian berdoa agar segala bentuk penindasan berbalik kepada pelakunya.
“Tolaklah tembakan dan bom-bom zionis Yahudi, agar kembali kepada mereka. Ledakkanlah bumi di kaki zionis Yahudi.”
Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka
Doa dilanjutkan dengan permohonan agar azab yang menimpa kaum zalim menjadi pelajaran bagi semesta.
“Timpakanlah penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa nenek moyang mereka, jadikanlah sebagai ibrah bagi alam semesta. Binasakanlah orang-orang yang menzalimi saudara-saudara kami di Gaza dan Palestina.”
Di akhir doanya, ia tidak lupa mendoakan agar siapa pun yang menjalin normalisasi dengan zionis Yahudi turut menerima akibat dari kezalimannya.
“Binasakanlah siapa saja yang menjalin normalisasi dengan zionis Yahudi, serta berkonspirasi melawan Islam dan umat Islam.”
Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina
Ribuan Massa dan Pejabat Hadir
Doa dan tausiyah ini menjadi bagian dari rangkaian Grand Opening BSP 2026 yang digelar bersamaan dengan Apel 1.000 Relawan Kemanusiaan.
Hadir dalam acara tersebut Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari, yang turut memukul gong tanda dibukanya BSP 2026.
Ketua BSP 2026, Yusuf Maulana, menyatakan bahwa perjalanan BSP yang kini memasuki tahun keenam menjadi pengingat agar isu Palestina tidak dilupakan.
Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!
Sementara itu, Ketua Presidium AWG M. Anshorullah menegaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa tidak boleh melemah, apalagi berhenti .
Acara di Monas ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan BSP 2026 yang berlangsung sepanjang November, meliputi Solidarity Run for Palestine, Summit for Palestine, diskusi jurnalis, Festival Baitul Maqdis, Simposium Anti-Zionis, hingga Long March Cinta Al-Aqsa yang berakhir di Masjid Istiqlal pada 29 November mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Annisa Theresia dan Maqdisy Talent Semarakkan Pembukaan BSP 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic