Paris, MINA – Lebih dari 330.000 warga di berbagai negara Eropa terpaksa mengungsi akibat kebakaran hutan yang dipicu gelombang panas ekstrem. Di Prancis, Presiden Emmanuel Macron meninjau langsung kawasan terdampak di Departemen Aude sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana yang masih berlangsung.
Macron menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, dan para relawan yang terus berjibaku memadamkan api. Ia menegaskan pemerintah Prancis akan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk melindungi masyarakat dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Le Monde melaporkan, Rabu (29/7).
Otoritas Prancis melaporkan kebakaran telah menghanguskan ribuan hektare hutan dan lahan, serta memaksa evakuasi warga di sejumlah permukiman. Cuaca yang sangat panas, kelembapan rendah, dan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Bencana serupa juga melanda sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Spanyol, Portugal, Yunani, Italia, dan Turki. Pemerintah di negara-negara tersebut meningkatkan status siaga dan mengerahkan bantuan darurat, termasuk armada pesawat pemadam kebakaran melalui mekanisme kerja sama Uni Eropa.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Gelombang panas yang semakin sering terjadi di Eropa diklaim berkaitan dengan perubahan iklim, yang menyebabkan musim panas menjadi lebih panjang dan lebih kering. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan berskala besar di berbagai wilayah.
Pemerintah Prancis mengimbau masyarakat mematuhi seluruh peringatan keselamatan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sementara itu, otoritas Eropa terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat koordinasi lintas negara untuk menekan dampak bencana yang diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
















Mina Indonesia
Mina Arabic