Yerusalem, MINA – Sekretariat Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam dengan keras masuknya pasukan keamanan Israel secara paksa ke Qalandia Training Centre, sebuah fasilitas pelatihan yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki, Selasa (25/8).
Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan dalam konferensi pers bahwa tindakan sepihak tersebut akan merampas kesempatan pelatihan kejuruan bagi kaum muda Palestina.
Ia juga menyebut bahwa ini adalah kali kelima otoritas Israel memasuki pusat tersebut tanpa izin sejak Mei 2026.
Fasilitas PBB Diserang Berulang Kali
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Pelanggaran terhadap fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur tidak berhenti pada pengambilalihan. Sebelumnya, Israel juga melakukan penyitaan, pembongkaran, serta penangguhan layanan air dan listrik di sejumlah instalasi UNRWA.
Sekretariat PBB mendesak Pemerintah Israel untuk segera menghentikan semua bentuk campur tangan terhadap fasilitas dan staf PBB, serta menghormati kekebalan diplomatik dan hukum internasional.
Menurut laporan UNRWA, sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, pasukan keamanan Israel secara paksa memasuki pusat pelatihan tersebut. Setidaknya empat kendaraan lapis baja terlihat masuk ke markas PBB, dikawal lebih dari 50 personel keamanan Israel.
Saat kejadian, sekitar 20 staf UNRWA berada di lokasi. Para pejabat Israel kemudian membuat pernyataan publik bahwa gedung tersebut telah diambil alih oleh otoritas pendudukan.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Pelanggaran Hukum Internasional
UNRWA menegaskan bahwa masuknya pasukan keamanan bersenjata ke fasilitas PBB tanpa izin atau persetujuan PBB adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional serta kekebalan diplomatik yang melekat pada lembaga PBB. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic