Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdullah bin Umar: Pribadi Tangguh Banyak Meriwayatkan Hadits

Redaksi Editor : Arif R - Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:53 WIB

55 Views ㅤ

Ilustrasi

ABDULLAH bin Umar merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dikenal karena keteguhan dalam beragama, kecintaan kepada sunnah, serta kesungguhannya mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Abdullah bin Umar bin al-Khattab r.a. juga dikenal sebagai salah seorang perawi hadis terbanyak dari kalangan sahabat.

Nama Abdullah bin Umar tidak dapat dilepaskan dari sosok ayahnya, Umar bin al-Khattab r.a., sahabat utama Rasulullah dan khalifah kedua dalam sejarah Islam. Namun, kisah Abdullah bin Umar menunjukkan bahwa kedudukannya bukan semata-mata karena ia merupakan putra Umar. Ia memiliki perjalanan hidup, keilmuan, ketakwaan, dan keteladanan yang membuat namanya dikenang dalam sejarah Islam.

Kisah Abdullah bin Umar Sejak Masa Muda

Kisah Abdullah bin Umar dimulai sejak masa mudanya di Makkah. Ia tumbuh dalam lingkungan Islam dan kemudian berhijrah ke Madinah bersama kaum Muslimin. Kehidupannya di Madinah semakin dekat dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kedekatan Abdullah bin Umar dengan Rasulullah menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan keilmuannya. Ia tidak hanya mendengar ajaran Nabi, tetapi juga memperhatikan bagaimana Rasulullah menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Bilal bin Rabah: Kisah Teguh Sahabat Nabi yang Tetap Mengucapkan “Ahad…Ahad” Saat Disiksa

Semangat Abdullah bin Umar dalam perjuangan Islam juga telah terlihat sejak usia muda. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa ia pernah menghadap Rasulullah untuk ikut dalam Perang Badar. Namun, karena usianya masih terlalu muda, ia belum diizinkan untuk ikut berperang.

Hal serupa terjadi menjelang Perang Uhud. Abdullah bin Umar kembali belum mendapatkan izin untuk ikut karena faktor usia. Penolakan tersebut tidak membuatnya menjauh dari perjuangan Islam. Sebaliknya, ia semakin dekat dengan Rasulullah dan semakin tekun mempelajari agama.

Ketika usianya telah memungkinkan, Abdullah bin Umar ikut dalam perjuangan kaum Muslimin. Dari perjalanan tersebut, ia tumbuh menjadi sahabat yang memiliki perhatian besar terhadap sunnah Nabi dan kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Abdullah bin Umar dan Kecintaannya kepada Sunnah Nabi

Salah satu keistimewaan Abdullah bin Umar adalah kecintaannya yang sangat kuat kepada sunnah Rasulullah. Ia dikenal sangat berhati-hati dalam mengikuti apa yang pernah dilakukan Nabi.

Baca Juga: Abu Dzar al-Ghifari Sahabat Nabi yang Memilih Hidup Sederhana

Bagi Abdullah bin Umar, sunnah Nabi bukan sekadar pengetahuan yang disimpan dalam ingatan. Sunnah berusaha diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang diketahui pernah dilakukan Rasulullah dalam ibadah, perjalanan, maupun kehidupan sehari-hari berusaha ia ikuti sejauh yang ia pahami.

Kecintaan kepada sunnah tersebut menjadikan Abdullah bin Umar sebagai salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadis. Ia meriwayatkan ribuan hadis dari Rasulullah dan menjadi salah satu rujukan penting bagi generasi setelahnya.

Para tabi’in kemudian datang kepada Abdullah bin Umar untuk belajar hadis dan ilmu agama. Dari dirinya, berbagai pengetahuan yang diperoleh dari Rasulullah diteruskan kepada generasi setelah sahabat.

Abdullah bin Umar Banyak Meriwayatkan Hadis

Abdullah bin Umar banyak meriwayatkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ia termasuk sahabat yang memiliki jumlah riwayat hadis sangat banyak. Kedekatannya dengan Rasulullah serta kesungguhannya menjaga ilmu membuat namanya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah periwayatan hadis.

Baca Juga: Salman al-Farisi: Sang Pencari Kebenaran dari Persia

Salah satu hadis Abdullah bin Umar yang sangat terkenal adalah hadis tentang lima dasar Islam. Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.”

Hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar tersebut menjadi salah satu hadis penting dalam menjelaskan fondasi ajaran Islam. Hadis ini menunjukkan besarnya kontribusi Abdullah bin Umar dalam menjaga dan menyampaikan ajaran Rasulullah kepada generasi setelahnya.

Tidak hanya hadis tentang rukun Islam, riwayat Abdullah bin Umar juga mencakup berbagai persoalan ibadah, muamalah, akhlak, dan kehidupan Rasulullah. Karena itu, nama Abdullah bin Umar menjadi penting dalam kajian hadis dan sejarah Islam.

Baca Juga: Miahan Khan: Serdadu India yang Memilih Indonesia Setelah Mendengar Takbir

Ketakwaan dan Ibadah Abdullah bin Umar

Selain dikenal sebagai perawi hadis, Abdullah bin Umar juga dikenal sebagai sahabat yang tekun beribadah. Kehidupannya memperlihatkan kesungguhan dalam menjalankan ajaran Islam.

Abdullah bin Umar dan ketakwaannya menjadi bagian penting dari kisah hidupnya. Ia dikenal memperbanyak shalat, puasa, sedekah, dan amal kebaikan. Ia juga berusaha menjaga dirinya dari berbagai perkara yang dapat menjauhkan hati dari Allah Ta’ala.

Kehidupan Abdullah bin Umar menunjukkan bahwa ilmu dan ibadah berjalan beriringan. Ia tidak hanya meriwayatkan hadis, tetapi berusaha menjadikan ilmu tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan.

Ia juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Kedermawanan Abdullah bin Umar menjadi salah satu gambaran bagaimana ia memandang harta. Harta bukan sekadar sesuatu untuk dinikmati, tetapi juga dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui sedekah dan berbagai amal kebaikan.

Baca Juga: Mush’ab bin Umair, Duta Islam Pertama Pembuka Jalan ke Madinah

Abdullah bin Umar dan Kehati-hatian Menghadapi Fitnah

Kisah Abdullah bin Umar juga melewati masa-masa penuh gejolak dalam sejarah umat Islam setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ia hidup pada masa ketika terjadi berbagai persoalan politik dan fitnah di tengah kaum Muslimin.

Dalam menghadapi keadaan tersebut, Abdullah bin Umar dikenal berhati-hati. Ia tidak ingin terlibat dalam pertumpahan darah kaum Muslimin tanpa dasar yang jelas.

Sikap Abdullah bin Umar dalam menghadapi fitnah menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia memilih menjaga diri dan agama daripada terbawa arus konflik yang dapat menimbulkan pertumpahan darah.

Dari sikap tersebut, keteladanan Abdullah bin Umar dapat dilihat bukan hanya dari keberaniannya dalam perjuangan, tetapi juga dari kemampuannya menahan diri ketika umat menghadapi perpecahan.

Baca Juga: Hudzaifah bin Yaman: Pemegang Rahasia Nabi dan Sahabat yang Mengetahui Jejak Kemunafikan

Wafatnya Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar wafat di Makkah pada akhir abad pertama Hijriah. Ia meninggalkan warisan ilmu yang sangat besar bagi umat Islam, terutama melalui hadis-hadis yang diriwayatkannya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Warisan Abdullah bin Umar tidak berupa kekuasaan atau kemewahan dunia. Ia meninggalkan ilmu, hadis, keteladanan dalam ibadah, kecintaan kepada sunnah Nabi, serta sikap hati-hati dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Kisah Abdullah bin Umar sebagai sahabat Nabi mengajarkan bahwa ketangguhan seorang Muslim tidak selalu terlihat dari keberanian mengangkat senjata. Ada ketangguhan yang lebih sunyi, yaitu kemampuan menjaga hati ketika dunia menawarkan banyak godaan.

Ada pula ketangguhan dalam menjaga sunnah ketika zaman berubah, menahan diri ketika fitnah berkecamuk, serta terus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Baca Juga: Mengharukan, Ini Kisah Nadia Mohamed hingga Menjadi Wali Kota di Amerika Serikat

Abdullah bin Umar adalah salah satu gambaran tentang ketangguhan tersebut. Ia tumbuh dekat dengan Rasulullah, belajar dari kehidupan beliau, meriwayatkan hadis-hadisnya, dan meneruskan ilmu tersebut kepada generasi setelahnya.

Karena itu, kisah Abdullah bin Umar tetap relevan untuk dikenang hingga sekarang. Ia bukan hanya putra Umar bin al-Khattab, tetapi seorang sahabat Nabi yang dikenal karena ilmu, hadis, ketakwaan, kecintaan kepada sunnah, dan kesungguhannya mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Pada akhirnya, perjalanan Abdullah bin Umar memperlihatkan bahwa ilmu yang diwariskan dengan ketulusan dapat hidup jauh melampaui usia pemiliknya. Hadis-hadis yang diriwayatkannya terus dipelajari, sementara keteladanan hidupnya menjadi bagian dari sejarah panjang generasi terbaik umat Islam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sosok Suahasil Nazara: Wakil Menkeu Era Jokowi yang Kini Jadi Menkeu Prabowo

 

 

Baca Juga: Jejak Dakwah Ustaz Adib di Tanah Buddha Kamboja, Islamkan Ribuan Warga

Rekomendasi untuk Anda