Gaza, MINA – Kementerian Tenaga Kerja Gaza memperingatkan bahwa perang genosida Israel yang terus berlangsung telah menyebabkan kerusakan parah pada pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran naik menjadi sekitar 68 persen.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (8/10), kementerian menambahkan sekitar 74 persen populasi Gaza kehilangan pekerjaan. Mereka kini menganggur atau berada di luar angkatan kerja. Hal ini menyoroti skala dampak ekonomi dan sosial yang dihadapi Gaza.
“Perang tidak hanya merusak nyawa dan infrastruktur, tetapi juga pasar tenaga kerja. Dampaknya menghantam pekerja, pengusaha, dunia usaha, lulusan, dan pencari kerja,” kata kementerian itu.
Kementerian menekankan bahwa membuka kembali usaha yang rusak adalah kunci pemulihan pasar tenaga kerja. Usaha-usaha itu menyediakan lapangan kerja, menghasilkan pendapatan dan menggerakkan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Hujan Musim Dingin Perburuk Krisis Pengungsian di Gaza
Perang juga memberikan pukulan berat bagi kaum muda. Menurut kementerian, sekitar 74 persen penduduk usia 15-29 tahun kini berada di luar sekolah, program pelatihan, dan angkatan kerja.
Kementerian menegaskan akan terus berupaya melindungi pekerja, mengatur pasar tenaga kerja, memperluas program pelatihan dan ketenagakerjaan, serta bekerja sama dengan mitra untuk membangun kembali pasar tenaga kerja yang mampu menghadapi tantangan masa depan.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic