SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak Jadi Ditutup, Konsulat Inggris di Yerusalem Diganti Jadi “Misi Inggris, Yerusalem”

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:40 WIB

23 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband. (Foto: Ed Miliband)

London, MINA – Inggris mengumumkan pada Kamis (8/10) mereka akan mengganti konsulat jenderal di al-Quds yang diduduki dengan misi diplomatik khusus, sembari tetap mempertahankan operasional gedung yang ada saat ini.

Dikutip dari Al Mayadeen, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan fasilitas tersebut kini akan beroperasi sebagai “Misi Inggris, Yerusalem”, menyusul diskusi dengan rezim pendudukan Israel.

“Menyusul diskusi dengan Pemerintah Israel, gedung Konsulat Jenderal kami tidak akan ditutup dan mulai hari ini akan dikenal sebagai Misi Inggris, Yerusalem. Misi Inggris, Yerusalem ini bersifat independen, tetap beroperasi, dan akan terus memberikan layanan penting serta melanjutkan kerja sama kami dengan rakyat Palestina,” ujar Miliband dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilaporkan oleh RIA Novosti.

Ia mengatakan langkah ini memungkinkan Inggris untuk mempertahankan kehadiran diplomatik dan melanjutkan perannya dalam upaya “menyelesaikan konflik Palestina-Israel berdasarkan solusi dua negara.”

Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan

Miliband mengatakan Inggris telah menarik sementara sejumlah personel diplomatik beserta keluarga mereka karena kurangnya jaminan keamanan.

Langkah ini diambil di tengah memburuknya hubungan antara London dan pihak pendudukan Israel terkait kebijakan-kebijakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Pada bulan September, Inggris mengumumkan akan melarang impor barang dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki serta menerapkan sanksi terhadap perusahaan dan individu yang terlibat dalam perluasan permukiman.

Langkah-langkah tersebut juga menyasar perusahaan-perusahaan Inggris yang menyediakan layanan pembiayaan, konstruksi, dan periklanan untuk permukiman baru, serta para pemukim yang dituduh mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina. []

Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran

Rekomendasi untuk Anda