SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga Organisasi Prancis Gugat Pengiriman Suku Cadang Militer ke Zionis Israel

Arina Islami Editor : widi kusnadi - Ahad, 11 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Ahad, 11 Oktober 2026 - 09:21 WIB

43 Views ㅤ

AS Siapkan 40 Ribu Bom untuk Israel Senilai Rp.49,5 T
pengiriman senjata ke Israel (foto: Fpik)

Paris, MINA – Tiga organisasi di Prancis mengajukan gugatan ke Pengadilan Administratif Paris pada Jumat (9/10) untuk menghentikan pengiriman suku cadang militer yang ditujukan kepada perusahaan pertahanan Zionis Israel, Elbit Systems.

Anadolu melaporkan, ketiga organisasi tersebut adalah NIDAL, organisasi Prancis-Palestina; ASER, organisasi hak asasi manusia; dan JURDI, organisasi ahli hukum internasional.

Gugatan itu diajukan setelah muncul laporan bahwa perusahaan Mijno Precision Gearing SAS yang berbasis di Saint-Étienne, Prancis, berencana mengirimkan komponen mesin untuk kendaraan militer kepada Elbit Systems Land, bagian dari Elbit Systems yang menangani peralatan militer darat.

Pengiriman tersebut awalnya dijadwalkan menggunakan pesawat Air France pada 8 Oktober.

Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan

Namun, barang itu dilaporkan tidak jadi dimuat setelah kelompok masyarakat sipil menyampaikan peringatan dan serikat pekerja di Bandara Roissy melakukan aksi.

Menurut ketiga organisasi tersebut, pengiriman itu dijadwalkan kembali pada Sabtu (10/10) menggunakan penerbangan El Al dari Bandara Paris-Charles-de-Gaulle.

Mereka menilai pemerintah Prancis belum menjalankan pengawasan yang memadai terhadap pengiriman tersebut.

Karena itu, mereka meminta hakim memerintahkan pemerintah memeriksa jenis barang yang dikirim, memastikan adanya izin ekspor, mengetahui pihak yang akan menggunakan barang tersebut, serta menghentikan pengirimannya.

Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

Ketiga organisasi itu menegaskan bahwa komponen yang dibuat di Prancis tidak boleh dikirim kepada perusahaan militer tanpa pengawasan yang jelas dari pemerintah.

Mereka juga memperingatkan bahwa jika pengiriman tetap dilakukan, Prancis dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran

Rekomendasi untuk Anda