SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putra Mahkota Saudi MBS Tegas Tolak Tawaran Israel Gempur Houthi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:25 WIB

34 Views ㅤ

Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman. (Foto: SPA)

Riyadh, MINA– Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan menolak tawaran Israel untuk bergabung dalam kampanye militer melawan kelompok Houthi di Yaman. Informasi itu diungkap harian Israel, Haaretz, baru-baru ini.

Menurut sumber tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya meyakinkan Saudi agar mengizinkan Israel terlibat melalui mediasi Amerika Serikat. Namun MBS disebut tidak tertarik pada bantuan Israel karena keterlibatan itu dinilai tidak akan diterima baik oleh publik Saudi.

Sumber kedua menyebut Israel berharap kerja sama militer dapat memperkuat hubungan dan membuka jalan bagi kesepakatan normalisasi di kemudian hari

Hingga kini Arab Saudi belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai tawaran tersebut. Riyadh tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten menyatakan normalisasi hanya mungkin setelah ada kemajuan menuju berdirinya negara Palestina.

Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan

Presiden AS Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir berulang kali mendorong Saudi bergabung dengan Kesepakatan Abraham.

Israel sebelumnya pernah menyerang target Houthi di Yaman, sehingga tawaran terbaru ini menyangkut keikutsertaan dalam kampanye yang dipimpin Saudi, bukan keterlibatan pertama Israel dalam konflik tersebut.

Laporan ini muncul di tengah eskalasi serangan Houthi ke Saudi. Otoritas Penerbangan Sipil Umum Saudi (GACA) mencatat serangan ke Bandara King Khalid, Riyadh, pada Sabtu (10/10) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Houthi menyatakan menyerang Saudi karena kerajaan itu mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara. Dampaknya, otoritas Saudi memperpanjang penutupan Bandara King Khalid hingga 17 Oktober 2026.

Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

Sementara itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengecam serangan terhadap warga sipil dan mendesak semua pihak menahan diri serta menempuh dialog. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran

Rekomendasi untuk Anda