SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asap Karhutla Kepung Jakarta, Empat Wilayah Catat Udara Tidak Sehat

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 18 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Ahad, 18 Oktober 2026 - 16:51 WIB

31 Views ㅤ

Cuaca Jakarta (Greenpeace)

Jakarta, MINA – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian setelah kualitas udara di empat wilayah DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat, Ahad (18/10) pagi.

Berdasarkan data stasiun pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pukul 09.32 WIB, nilai ISPU di sejumlah titik Jakarta tercatat di atas 100.

Empat wilayah tersebut meliputi Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, dengan nilai ISPU 120; Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, sebesar 114; Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sebesar 111; serta Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebesar 110.

Nilai ISPU di atas 100 menunjukkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat yang berpotensi menimbulkan dampak bagi kesehatan manusia, terutama kelompok sensitif.

Baca Juga: Banjir Landa Kota Makkah, Tiga Anak Tersapu, Satu Tewas

Penilaian kualitas udara didasarkan pada konsentrasi sejumlah polutan, termasuk partikel halus PM2.5 dan PM10.

Sementara itu, kualitas udara di kawasan Marunda, Jakarta Utara, dan kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, masih berada dalam kategori sedang. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di Ibu Kota bervariasi antarlokasi.

Di luar Jakarta, kualitas udara kategori berbahaya juga dilaporkan di sejumlah daerah yang terdampak karhutla, antara lain Kota Palangka Raya, Barito Selatan, Gunung Mas, Murung Raya, dan Kotawaringin Timur di Kalimantan. Di Sumatra, wilayah yang disebut meliputi Kampar, Pelalawan, Bengkalis, Bunga Raya, Kota Palembang, Penukal Abab Lematang Ilir, serta Kabupaten Tebo.

Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara tidak sehat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama jika mengalami gangguan pernapasan.

Baca Juga: Karhutla Jambi 4,8 Ribu Hektare Terbakar, Kualitas Udara Berbahaya

Penggunaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus serta menutup jendela ketika asap pekat masuk ke permukiman dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.

Pemantauan kualitas udara secara berkala juga diperlukan untuk mengetahui perubahan tingkat pencemaran.

Masyarakat dapat mengikuti informasi ISPU dan perkembangan penanganan karhutla dari instansi terkait sebagai dasar mengambil langkah pencegahan.

Sebelumnya, Pemprov DKI menyatakan asap karhutla terdeteksi di Jakarta berdasarkan pengamatan satelit Himawari pada Jumat (16/10).

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Liverpool vs Villarreal di Liga Champions

Pemprov DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat menerapkan langkah proteksi mandiri serta mengutamakan perlindungan ekstra bagi kelompok rentan polisi udara.

Masyarakat diimbau mengenakan masker, menutup pintu dan jendela, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta memantau informasi resmi dari instansi terkait.

“Pemprov DKI Jakarta terus berkolaborasi mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara akibat sebaran asap yang terdeteksi satelit,” demikian pernyataan Pemprov DKI melalui media sosial Instagram, Sabtu (17/10). []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Dewa United vs Persijap Jepara, Laskar Kalinyamat Bawa Misi Kebangkitan

Rekomendasi untuk Anda