ACT Lampung Ajak Masyarakat Sedekah Meski Hanya Segenggam Beras

Bandar Lampung, MINA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung mengajak semua elemen masyarakat untuk bersedekah membantu korban bencana yang saat ini menimpa bumi Pertiwi Indonesia, meskipun hanya dengan segenggam beras.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Cabang ACT Lampung, Dian Eka Darma pada konferensi pers Lampung Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa di Kedai Centhini, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis (21/1) dalam rangka persiapan pengiriman kapal kemanusiaan ke Sulawesi Barat.

Dian mengatakan, Indonesia yang sampai hari ini Allah uji dengan bencana-bencana tentunya memberikan kesempatan kepada kita untuk menambah tabungan kita dalam rangka persiapan menghadapi Allah.

“Seberat apapun tantangan kita, ada Allah yang maha Kuat Maha Kuasa. Yang tidak pasti adalah seberapa besar persiapan kita menuju rumah keabadian kita. Semoga dengan kita bersedekah Allah melindungi kita,” katanya.

Maka dari itu, Dian mengajak seluruh masyarakat khususnya di Lampung untuk bergerak bersama membantu meskipun hanya segenggam beras.

“ACT sudah menyiapkan posko-posko logistik di antaranya kedai ini (Kedai Centhini) yang siap menerima bantuan kemanusiaan yang nantinya akan kami kirimkan melalui kapal kemanusiaan,” ujarnya.

“Yuk ini posko logistik RRI bersama ACT. Akan kita kirim melalui kapal kemanusiaan, bergerak bersama, kita ACT yg akan menyiapkan tempatnya,” ajaknya dihadapan awak-awak media yang hadir pada konferensi pers itu.

Dian menjelaskan saat ini, korban bencana khususnya di Sulawesi Barat membutuhkan logistik berupa beras, minyak, alas tempat tidur, bantal dan tentunya tempat-tempat untuk berlindung.

“Kita menerima baju baru, makanan, alas tempat tidur, bantal, tempat untuk berlindung, tempat makan, karena semuanya mungkin hanyut, jadi kalau ada yang ingin bersedekah baju maka lebih baik baju itu dijual dan uangnya disedekahkan,” jelasnya.

Ia menyampaikan sebuah kisah di suatu negeri pada zaman Rasulullah, yang terdampak bencana virus, ada seorang sahabat dari Madinah yang menyedekahkan semua hartanya untuk membantu negeri itu.

“Qodarullah negeri itu bebas, dan sahabat itu kembali ke Madinah dengan selamat, karena sedekahnya,” ungkapnya.

Pengirimkan Kapal Kemanusian ke Sulawesi Barat direncanakan akan berangkat awal Februari yang akan mengangkut 1.000 ton beras, pakaian baru, sembako, makanan, selimut, kasur, air minum dan lainya.

Sampai saat ini, telah terkumpul 16 kotak logistik melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Lampung dan sudah ada 60 komunitas yang siap menerima donasi dari masyarakat Lampung. (L/R12/P2)

Mi’raj News Agency (MINA).