
Presiden AS Barack Obama memeluk Ahmed Mohammed dalam acara malam astronomi di Gedung Putih, Senin, 20 Oktober 2015. (Foto: Twitter/Ahmed Mohamed)
Washington, 8 Muharram 1437/21 Oktober 2015 (MINA) – Pelajar Amerika pembuat jam Ahmed Mohammed Al-Hassan kini berangkat ke Qatar setelah menerima tawaran beasiswa untuk sekolah di sana.
Keluarga pelajar empat belas tahun itu mengumumkan langkah puteranya dalam sebuah pernyataan pada Selasa (20/10), beberapa jam setelah ia berada di Gedung Putih untuk malam astronomi yang digelar Presiden Barack Obama.
Pelajar Sudan-Amerika di sekolah Texas itu menjadi sensasi global setelah penangkapannya pada September, karena jam ciptaannya disangka bom oleh gurunya, yang banyak orang percaya itu dipengaruhi oleh agama Islam yang dianutnya.
Mohamed menerima tawaran dari Qatar Foundation untuk belajar di perusahaan Young Innovators Programme, Al-Jazeera melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Baca Juga: Presiden Trump Pecat 2.000 Karyawan USAID
“Ini berarti, bahwa kami, sebagai sebuah keluarga, akan pindah ke Qatar di mana Ahmed akan menerima beasiswa penuh untuk pendidikan menengah dan sarjana,” kata keluarganya dalam satu pernyataan.
Ahmed telah mengunjungi Doha awal bulan dan telah melakukan tur keliling dunia, mengunjungi sejumlah pejabat asing, termasuk Presiden Sudan Omar Al-Bashir.
“Saya benar-benar terkesan dengan segala sesuatu yang Qatar Foundation tawarkan dan kampus yang benar-benar keren,” kata Ahmed dalam sebuah pernyataannya yang dikutip Qatar Foundation.
“Saya harus bertemu anak-anak lain yang juga benar-benar tertarik pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya pikir saya akan belajar banyak dan juga bisa bersenang-senang di sana,” tambahnya.
Baca Juga: AS, Rusia Sepakat Bentuk Mekanisme Konsultasi untuk Redakan Ketegangan
Pada Senin malam di Gedung Putih, Presiden Obama menyempatkan diri bertemu dengan Ahmed dan memberikan siswa berkacamata itu pelukan.
“Ini menakjubkan, pertemuan kehormatan dengan Presiden Obama,” kata Mohamed di Twitternya setelah bertemu Obama.
Padahal sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest tidak yakin Obama akan meluangkan waktu untuk bertemu dengan Ahmed seorang. (T/P001/R05)
Baca Juga: Kanada Siap Jadi Mitra Pembangunan di ASEAN
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)