Al-Quran Sebagai Jamuan

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur MINA

Marilah kita jadikan Al-Quran sumber keberkahan di dalam rumah kita. Jangan jadikan rumah kita sepi tanpa alunan ayat suci Al-Quran.

Wajibkan diri dan keluarga misalnya tiap ba’da Maghrib dan ba’da Shubuh bertaradus Al-Quran. Ibunya, bapaknya, kakak, adek, keluarga lainnya, bahkan pembantu, untuk memakmurkan rumah dengan dengungan bacaan Al-Quran.

Seperti dipesankan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang menegur kita di dalam haditsnya:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللَّهِ فَخُذُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنِّي لَا أَعْلَمُ شَيْئًا أَصْفَرَ مِنْ خَيْرٍ مِنْ بَيْتٍ لَيْسَ فِيهِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ شَيْءٌ وَإِنَّ الْقَلْبَ الَّذِي لَيْسَ فِيهِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ شَيْءٌ خَرِبٌ كَخَرَابِ الْبَيْتِ الَّذِي لَا سَاكِنَ لَهُ

Artinya: “Sesungguhnya Al-Quran ini adalah jamuan Allah, maka ambillah darinya semampu kalian. Sungguh, aku tak mengetahui sesuatu yg lebih kosong dari kebaikan selain rumah yang di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran. Sungguh, hati yg di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran adalah hancur seperti hancurnya rumah yang tak berpenghuni”. (H.R. Ad-Darimi).

Mari kita mengaji, kita tadabburi, kita hayati dan kita amalkan Al-Quran itu dalam kehidupan sehari-hari. Dan itulah bentuk pemuliaan kita terhadap Al-Quran. Sehingga Dzat yang menurunkan Al-Quran, yakni Allah Yang Maha Kuasa, pun akan berkenan memuliakan kita dengan Al-Quran.

Dan, bukan hanya diri kita sebagai orang tua, tapi juga kita didik anak-anak kita untuk mencintai Al-Quran.

Seperti tuntunan Nabi Shallalllahu ‘Alaihi Wasallam:

أَدِّبُوْا أَوْلاَدَكُمْ عَلَى ثَلاَثِ خِصَالٍ حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ أَهْلِ بَيْتِهِ وَحُبِّ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Artinya : “Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara : (1) Kecintaan kepada Nabimu, (2) Kecintaan kepada keluarganya, (3) Kecintaan pada membaca Al-Quran”. (H.R. Ad-Dailami)

Karena itu, marilah terus kita pegang teguh Al-Quran ini. Kita baca ayat-ayatnya, kita tadabburi kandungannya, dan kita amalkan nilai-nilai ajarannya.

Karena itu, marilah senantiasa kita pegang teguh agama Islam ini, Al-Quran ini agar mendapat ridha Allah. Sebagaimana Allah menyebutkan di dalam ayat:

فَٱسۡتَمۡسِكۡ بِٱلَّذِىٓ أُوحِىَ إِلَيۡكَ‌ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ۬ (٤٣) وَإِنَّهُ ۥ لَذِكۡرٌ۬ لَّكَ وَلِقَوۡمِكَ‌ۖ وَسَوۡفَ تُسۡـَٔلُونَ (٤٤)

Artinya: “Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab”. (QS Az-Zukhruf [43]: 43-44).

Pada ayat lain Allah menegaskan:

إِنَّ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَہۡدِى لِلَّتِى هِىَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرً۬ا كَبِيرً۬ا (٩)

Artinya: “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada [jalan] yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. (Q.S. Al-Isra [17]: 9).

Pada ayat lain juga disebutkan:

 وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ۬ وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ‌ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارً۬ا

Artinya: “Dan Kami turunkan dengan berangsur-angsur dari Al-Quran ayat-ayat Suci yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepadanya, dan (sebaliknya) Al-Quran tidak menambahkan orang-orang yang zalim (disebabkan keingkaran mereka) melainkan kerugian jua”. (QS Al-Isra [17]: 82).

Semoga Allah senantiasa meridhai, memperkuat, dan mempersaudarakan keta semua kaum mukminin dengan Al-Quran ini.

“Allaahummarhamnaa bil qur’aan….”. (Ya Allah, rahmatilah, kasih sayangilah kami dengan Al-Quran).

Aamiin yaa robbal ‘aalamiin. (RS-2/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)