Riyadh, MINA – Pemerintah Arab Saudi mulai memberlakukan pembatasan akses masuk ke Kota Suci Mekkah menjelang musim haji 1447 H/2026 M, sebagai upaya menjaga ketertiban dan keselamatan jutaan jamaah yang akan datang.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin (13/4), di mana hanya individu dengan izin resmi yang diperbolehkan memasuki wilayah Mekkah.
Mereka yang diizinkan meliputi pemegang visa haji, penduduk dengan izin tinggal (iqamah) di Mekkah, serta pekerja yang memiliki izin khusus di area tempat suci. Gulfnews melaporkan.
Sebaliknya, seluruh pemegang visa selain visa haji, termasuk visa umrah, turis, maupun kunjungan lainnya, tidak diperkenankan memasuki atau berada di Mekkah selama periode pembatasan tersebut.
Baca Juga: Hezbollah Sebut Perundingan dengan Israel Sia-sia, Tegaskan Pilih Jalur Perlawanan
Petugas keamanan disiagakan di berbagai pintu masuk kota untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap pendatang.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga menetapkan batas akhir kepulangan jamaah umrah, yakni pada 18 April 2026. Setelah tanggal tersebut, layanan umrah akan dihentikan sementara dan seluruh fokus dialihkan pada persiapan penyelenggaraan ibadah haji.
Kebijakan ini merupakan bagian dari prinsip “tidak ada haji tanpa izin” yang secara konsisten diterapkan otoritas Saudi untuk mencegah praktik haji ilegal.
Pemerintah juga mengingatkan jamaah agar tidak tergiur tawaran berangkat haji tanpa visa resmi karena berisiko terkena sanksi, termasuk deportasi dan larangan masuk kembali.
Baca Juga: Warga Lebanon Turun ke Jalan, Tegas Tolak Negosiasi dengan Israel
Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia memadati Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, menjadikannya salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia.
Oleh karena itu, pengendalian akses dan pengetatan regulasi dinilai penting guna memastikan ibadah berjalan aman, tertib, dan khusyuk di tengah potensi kepadatan yang sangat tinggi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Studi di Jerman: Hampir Separuh Pemuda Muslim Miliki Pandangan Islamis















Mina Indonesia
Mina Arabic