TATKALA fajar pagi menebar cahaya pertamanya, dunia seolah terdiam, menunggu kita membuka lembaran baru. Di saat itu, kita pun bersujud dalam shalat Subuh, bahkan sebelumnya dalam shalat Tahajud. Kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, Allah Ta’ala.
Setelah itu, rasakan setiap huruf Al-Qur’an menetes seperti embun, menyejukkan hati yang gundah, menenangkan jiwa yang gelisah. Kita pun membaca firman-firman Allah, dan ayat-ayat cinta Allah itu pun meneguhkan program kita hari ini, menyelimuti setiap langkah kita sepanjang hari hingga malam nanti, serta menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia.
Bahkan, efek bacaan itu akan sampai pada Hari Kiamat, Ketika kita memerlukan rekomendasi amala napa yang dapat mendatangkan pertolongan. Maka, bacaan Al-Quran semasa di dunia itulah salah satunya.
Hal ini seperti disabdakan Rasulullah ﷺ:
Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan
اِقْرَؤُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّـهُ يَأْتِي يَـوْمَ الْقِيَامَـةِ شَفِيْعًـا لِأَصْحَابِـهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
Al-Qur’an adalah obat bagi hati yang luka, rahmat bagi jiwa yang lelah, dan petunjuk bagi setiap langkah yang tersesat.
Allah menyebutkannya di dalam firman-Nya:
Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ٨٢
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’ [17]: 82)
Di dalam Tafsir Al-Mukhtashar, Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram, dijelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Quran sebagai obat penawar bagi hati dari penyakit kebodohan, kekafiran dan keraguan, dan sesuatu yang menjadi obat bagi badan bila melakukan ruqyah dengannya.
Al-Quran juga Allah turunkan menjadi rahmat bagi orang-orang mukmin yang beramal dengannya. Al-Quran itu tidaklah menambah pada orang-orang kafir kecuali kebinasaan, karena mendengarkannya membuat mereka semakin dengki, semakin mendustakan dan berpaling darinya.
Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu
Begitulah, maka setiap ayat yang kita resapi adalah cahaya yang masuk ke dalam hati. Al-Quran pun menuntun kita menghadapi masalah, menumbuhkan kesabaran, dan meneguhkan iman.
Karena itu, pagi yang dimulai dengan membaca Al-Quran adalah pagi yang dipenuhi kedamaian, di mana setiap napas menjadi dzikir, dan setiap langkah menjadi doa.
Karena itu, marilah kita jadikan pagi hari kita sebagai momen spesial, mengawali aktivitas dengan sholat Tahajud, lalu shalat Subuh, dan lanjut membaca Al-Qur’an, hingga kita pun menyambut dunia dengan cahaya Allah.
Lalu, biarkanlah kalam-Nya menemani kita, firman-Nya menuntun kita, dan ayat-ayat-Nta menyejukkan jiwa kita. Hingga setiap ayat yang kita baca, ada cinta Allah yang tak tergantikan, ada petunjuk yang menuntun, dan ada rahmat yang selalu hadir menyelimuti kita.
Baca Juga: Ustaz Amri Fatmi: Hidup Mewah Berdampak Luas pada Kerusakan Alam
Dengan memulai hari kita dengan membaca Al-Quran, langkah kita terasa ringan, hati kita terasa damai, dan hidup kita selaras dengan kehendak-Nya.
Semoga setiap pagi menjadi awal yang penuh keberkahan, dan setiap hari menjadi perjalanan yang diridhai Allah. Aamiin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic