Jakarta, MINA – Organisasi pergerakan pembebasan Al-Aqsa dan Palestina, Aqsa Working Group (AWG) menyerukan kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk mengikuti aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina yang akan digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta pada Sabtu (14/3).
Seruan aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina tersebut disampaikan menyusul tindakan Zionis Israel yang menutup secara total kompleks Masjid Al-Aqsa selama 13 hari berturut-turut dan hingga kini masih berlangsung.
Menurut Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah, penutupan Masjid Al-Aqsa itu menyebabkan umat Islam di Yerusalem tidak dapat melaksanakan ibadah tarawih dan iktikaf pada bulan suci Ramadhan.
AWG menilai, kondisi penutupan Masjid Al-Aqsa tersebut merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Ramadhan di Palestina, umat Islam tidak dapat melaksanakan tarawih dan ibadah malam di Masjid Al-Aqsa, situs suci milik umat,” kata Anshorullah.
Di sisi lain, pihak penjajah Israel justru memberikan akses kepada pemukim ilegal Yahudi untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan ritual keagamaan mereka.
AWG menilai tindakan tersebut sebagai provokasi serius sekaligus penodaan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa, yang merupakan kiblat pertama umat Islam.
Selain itu, AWG menegaskan bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang menjadi bagian penting dari peradaban Islam.
Karena itu, pembatasan dan penutupan Masjid Al-Aqsa dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta bentuk nyata penindasan terhadap umat Islam di Palestina.
“Penutupan Masjid Al-Aqsa dan pemberian akses kepada pemukim ilegal untuk melakukan ritual keagamaan di dalam kompleksnya adalah bentuk pelecehan terhadap kesucian tempat suci umat Islam sekaligus penghinaan terhadap martabat umat di seluruh dunia,” ujar Anshorullah.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, AWG mengajak umat Islam, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum untuk hadir dalam aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina yang akan dilaksanakan pada Sabtu (14/3) pukul 16.00 WIB hingga selesai di depan Kedubes AS Jakarta.
Peserta aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina diimbau mengenakan atribut Palestina sebagai simbol solidaritas serta membawa infak terbaik untuk membantu rakyat Palestina.
Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin
Kegiatan aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina tersebut juga akan diisi dengan pembagian takjil gratis dan buka puasa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.
AWG menegaskan bahwa aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina ini merupakan seruan moral untuk membangkitkan kepedulian umat terhadap nasib Masjid Al-Aqsa dan penderitaan rakyat Palestina yang terus mengalami penindasan.
Melalui aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina di depan Kedubes AS Jakarta, AWG berharap suara solidaritas umat Islam Indonesia dapat menjadi bagian dari tekanan moral internasional agar penindasan terhadap rakyat Palestina dihentikan dan kesucian Masjid Al-Aqsa dihormati.
“Sudah saatnya umat Islam bersatu dan bergerak bersama untuk membela Masjid Al-Aqsa dan Palestina. Masjid Al-Aqsa adalah amanah umat yang harus dijaga bersama,” pungkas Anshorullah.
Baca Juga: Yayasan Darussalam Kotawisata Dukung Bulan Solidaritas Palestina 2026
Zionis Israel telah menutup total Masjid Al-Aqsa untuk jamaah muslim Palestina sejak 28 Februari 2026 dengan dalih keamanan, menyusul perang Amerika-Israel vs Iran.
Meski dilarang sholat di Masjid Al-Aqsa, muslim Palestina tetap berusaha mencapai situs suci tersebut dengan melaksanakan sholat magrib hingga tarawih di Gerbang Sahira —titik terdekat dengan Masjid Al-Aqsa yang masih bisa diakses.
Namun tentara Zionis Israel pun membubarkan paksa jamaah tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dugaan Kesalahan Prosedur Gerebek Ponpes, Anggota DPR Nasir Djamil Minta Mabes Polri Usut Tuntas
















Mina Indonesia
Mina Arabic