Ben-Gvir Desak Agar Jurnalis Al Jazeera Diusir dari Israel

Politisi sayap kanan Isael Itamar Ben-Gvir. (Foto: Yonatan Sindel/Flash90)

Tel Aviv, MINA – Pemimpin partai Jewish Power Itamar Ben-Gvir mendesak agar jurnalis Al Jazeera diusir dari Israel, tidak lama setelah kantor berita itu menyerahkan kasus kematian Shireen Abu Akleh ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Pemimpin ekstremis itu mengklaim bahwa saluran pan-Arab tersebut adalah “jaringan propaganda palsu yang bekerja melawan Israel”, Rabu (7/12), Anadolu Agency melaporkan.

Ben-Gvir diperkirakan akan menjadi Menteri Keamanan Nasional Israel dalam pemerintahan mendatang yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang diperkirakan akan menjadi yang paling ekstrem dalam sejarah Israel.

Al Jazeera pada Selasa (6/12) menyerahkan kasus jurnalis Palestina-Amerika Abu Akleh, yang dibunuh pada bulan Mei oleh pasukan Israel, ke ICC.

“Al Jazeera adalah jaringan propaganda palsu dan anti-Semit yang bekerja melawan Israel di dunia,” klaim Ben-Gvir di Twitter.

“Mereka harus diusir dari negara hari ini dan kampanye kebohongan anti-Israel harus dihentikan dari dalam Israel,” katanya.

Avigdor Lieberman, menteri keuangan Israel, tampaknya setuju dengan Ben Gvir.

The Times of Israel melaporkan dia menyerukan “Kantor Pers Pemerintah untuk mencabut kartu pers semua wartawan Al Jazeera di wilayah Israel”.

Abu Akleh adalah seorang jurnalis Al Jazeera terkenal yang ditembak mati oleh pasukan Israel pada usia 51 tahun, ketika dia melaporkan serangan militer di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki pada 11 Mei. (T/RI-1/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)