Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertambah Lagi Bayi Gaza Meninggal Akibat Hipotermia

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Senin, 12 Januari 2026 - 13:03 WIB

Senin, 12 Januari 2026 - 13:03 WIB

23 Views

Ilustrasi. Bayi Gaza meninggal kedinginan. [Foto: X]

Gaza, MINA – Bayi laki-laki berusia dua bulan, Mohamed Abu Harbid meninggal dunia di Gaza akibat hipotermia, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip Senin (12/1).

Kematiannya, yang disebabkan oleh paparan suhu beku yang berkepanjangan di tempat penampungan tanpa perlindungan, menandai kematian bayi kedua dalam satu hari, setelah seorang bayi baru lahir berusia tujuh hari juga meninggal karena kedinginan.

Kematian ini menyoroti krisis kemanusiaan yang memburuk dengan cepat, diperparah oleh badai musim dingin berturut-turut dan blokade Israel yang berlanjut.

Dalam pernyataan di media sosial, UNRWA mengutuk pembatasan tersebut.

Baca Juga: Zionis Israel Larang Shalat Jumat di Masjid Al Aqsa

“Anak-anak di Gaza masih hidup dalam kondisi menyedihkan. Mereka seharusnya hangat, bergizi baik, dan merasa aman… Mereka sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan yang tertahan di luar Gaza,” kata UNRWA.

Kementerian Kesehatan Gaza secara langsung menyebutkan kematian bayi-bayi itu sebagai akibat dari larangan Israel atas masuknya bahan-bahan tempat tinggal penting dan bantuan kemanusiaan, yang telah membuat keluarga-keluarga pengungsi tinggal di tenda-tanda lapuk tanpa pemanas atau perlindungan yang memadai dari cuaca ekstrem.

UNRWA dan badan-badan bantuan lainnya berulang kali menyatakan mereka siap untuk meningkatkan operasi tetapi dicegah oleh pembatasan akses.

Meskipun perjanjian gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025, situasi kemanusiaan di Gaza belum menunjukkan perbaikan nyata, dengan Israel terus menghindari kewajibannya untuk mengizinkan bantuan dan bahan rekonstruksi yang cukup masuk ke wilayah terkepung itu.[]

Baca Juga: UN Women: Perempuan Gaza Hadapi Tragedi Kemanusiaan Terburuk Dunia

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Eropa
Palestina
Palestina