Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah Korban Tewas di Gaza 50 Persen Lebih Tinggi dari Laporan Resmi

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:16 WIB

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:16 WIB

13 Views

Jenazah-jenazah warga Palestina yang dikembalikan oleh Zionis Israel di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza. Oktober 2025. (Gambar: QNN)

London, MINA – Jumlah korban tewas di Gaza 50 persen lebih tinggi dari yang dilaporkan sebelumnya, menurut studi besar baru yang diterbitkan di The Lancet Global Health.

Studi tersebut yang dikutip MEMO, Sabtu (21/2) memperkirakan bahwa lebih dari 75.000 warga Palestina tewas dalam 15 bulan pertama genosida Israel.

Studi tersebut memperkirakan 75.200 kematian akibat kekerasan antara 7 Oktober 2023 hingga 5 Januari 2025, dibandingkan dengan 49.090 yang tercatat oleh Kementerian Kesehatan Gaza untuk periode yang sama.

Perbedaan sekitar 26.000 kematian ini menempatkan angka Lancet sekitar 50 persen di atas jumlah resmi, dengan para peneliti menyimpulkan bahwa penghitungan Kementerian Kesehatan 34,7 persen lebih rendah dari perkiraan mereka.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Temuan ini berasal dari Survei Kematian Gaza (Gaza Mortality Survey), yang oleh para penulis digambarkan sebagai survei kematian rumah tangga pertama yang independen dan mewakili populasi yang dilakukan selama perang saat ini.

Para peneliti mewawancarai 2.000 rumah tangga di 200 unit pengambilan sampel, mendokumentasikan status vital 9.729 anggota rumah tangga yang masih hidup pada 6 Oktober 2023, serta bayi baru lahir.

Studi ini melaporkan tingkat respons 97,2 persen dan menggunakan pembobotan statistik untuk mencocokkan distribusi populasi Gaza sebelum perang berdasarkan usia, jenis kelamin, ukuran rumah tangga, dan wilayah asal.

Para penulis memperkirakan bahwa 75.200 kematian akibat kekerasan ini mencapai sekitar 3,4 persen dari populasi Gaza sebelum genosida. Mereka juga melaporkan bahwa perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia mencapai 56,2 persen dari mereka yang dibunuh oleh Israel, dengan total perkiraan 42.200 kematian, termasuk 22.800 anak-anak di bawah 18 tahun.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Meskipun jumlah keseluruhan secara substansial lebih tinggi dari hitungan Kementerian Kesehatan, studi tersebut menemukan bahwa pola demografi mereka yang terbunuh secara umum sesuai dengan laporan Kementerian, menunjukkan bahwa perbedaan tersebut terletak pada penghitungan yang kurang (undercounting) daripada rekayasa.

Selain kematian akibat kekerasan, para peneliti memperkirakan 16.300 kematian non-kekerasan selama periode yang sama. Setelah dikurangi proyeksi kematian dasar (baseline mortality), ini berjumlah sekitar 8.540 kelebihan kematian non-kekerasan yang secara tidak langsung disebabkan oleh kampanye Israel, termasuk kematian yang terkait dengan runtuhnya layanan kesehatan, pengungsian, dan kondisi kehidupan yang memburuk.

Studi ini juga memperkirakan bahwa sekitar 12.200 orang hilang, yang sebagian besar adalah pria berusia 18–64 tahun. Para penulis mengingatkan bahwa proporsi sebenarnya dari individu yang hilang yang mungkin telah meninggal tetap tidak diketahui, yang berarti jumlah korban tewas secara keseluruhan bisa lebih tinggi lagi.

Para peneliti menyatakan bahwa temuan mereka bertentangan dengan klaim bahwa angka korban dari Gaza telah digelembungkan. Sebaliknya, mereka menyimpulkan bahwa pelaporan Kementerian Kesehatan tampaknya konservatif, dan bahwa kematian akibat kekerasan secara substansial melebihi angka resmi.[]

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda