Bulan Sabit Merah: Pasukan Israel Kepung RS Al-Amal Sejak 20 Januari Lalu

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) malam ini, Kamis (1/2) mengonfirmasi berlanjutnya pendudukan Israel yang mengepung Rumah Sakit Al-Amal di Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan selama sebelas hari berturut-turut. (Photo: Istimewa)

Gaza, MINA – Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) malam ini, Kamis (1/2) mengonfirmasi berlanjutnya pendudukan Israel yang mengepung Rumah Sakit Al-Amal di Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan selama sebelas hari berturut-turut.

Sementara itu, dikuitp dari Kantor Berita WAFA, PRCS membenarkan adanya penyerangan dan penembakan intensif yang terus-menerus dilakukan oleh pasukan pendudukan di sekitar Rumah Sakit Al-Amal.

PRCS menambahkan, pasukan Israel melanjutkan serangan militer mereka ke rumah sakit dan lokasi kantor PRCS, di tengah tembakan langsung yang mengancam nyawa staf dan pengungsi yang mencari perlindungan di sana.

“Tank-tank militer Pendudukan mengepung rumah sakit dari segala arah, mencegah siapa pun, termasuk tim ambulans, memasuki atau meninggalkan lokasi rumah sakit dan gedung PRCS,” lapor PRCS.

Baca Juga:  Tanda Haji Mabrur

PRCS melaporkan adanya kekurangan makanan yang parah bagi staf, pasien, dan pengungsi. Salah satu staff mengatakan mereka terpaksa mengurangi porsi makan menjadi satu kali sehari dalam upaya untuk menjaga persediaan yang tersisa meski belum ada harapan penambahan stock makanan.

PRCS memperingatkan bahwa rumah sakit tersebut mengalami kekurangan susu formula yang parah, sehingga bayi yang disusui berada pada risiko yang besar.

Staf PRCS juga memperingatkan bahwa rumah sakit tersebut mengalami kekurangan pasokan medis, obat-obatan dan bahan bakar.

PRCS mengatakan, timnya hari ini terpaksa menguburkan lima jenazah di halaman rumah sakit karena pengepungan yang sedang berlangsung, sehingga jumlah total orang yang dikuburkan di halaman rumah sakit sejak awal pengepungan menjadi 15 orang.

Baca Juga:  Militer Yaman Targetkan Tiga Kapal, Satu Milik AS

“Tujuh pasien dan orang yang terluka menghadapi situasi yang mengancam jiwa jika tidak dipindahkan untuk perawatan di luar rumah sakit,” demikian sumber itu. (T/R12/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Habib Hizbullah

Editor: Widi Kusnadi