Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

California Resmi Akui Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Nasional

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 30 September 2026 - 13:48 WIB

Rabu, 30 September 2026 - 13:48 WIB

35 Views ㅤ

Muslim Amerika melaksanakan shalat Idul Fitri. (Foto: The Daily Reality)

Sacramento, MINA – California secara resmi mengakui perayaan Islam Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur negara bagian, menjadikannya negara bagian kedua di Amerika Serikat yang melakukan langkah tersebut.

Melalui rancangan undang-undang yang diusulkan oleh anggota Majelis Matt Haney 2017 (AB 2017) kini pegawai negara bagian dan sekolah diizinkan untuk merayakan kedua hari raya tersebut, dengan menggunakan jatah libur pribadi atau cuti yang tersedia. The New Arab melpaorkan, Selasa (29/9).

Undang-undang ini juga mengizinkan sekolah (tingkat K-12) dan perguruan tinggi komunitas untuk meliburkan kegiatan pada saat Idul Fitri, dengan ketentuan keputusan penutupan tersebut ditetapkan melalui kesepakatan di tingkat lokal.

Banyak negara bagian, kota, dan distrik sekolah mengakui Idul Fitri di tingkat lokal, namun tidak menetapkannya sebagai hari libur resmi di seluruh wilayah negara bagian. Negara bagian Washington adalah yang pertama secara resmi mengakui kedua perayaan tersebut sebagai hari libur negara bagian pada tahun 2025.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang California (CAIR-CA) menyambut baik penandatanganan AB 2017 oleh Gubernur Gavin Newsom. Mereka menyatakan undang-undang ini menjawab tantangan yang telah lama dihadapi lebih dari satu juta penduduk Muslim di negara bagian tersebut, yang sering kali harus memilih antara menjalankan ibadah keagamaan atau hadir di sekolah maupun tempat kerja.

“Sudah terlalu lama, para pelajar dan pegawai Muslim di California harus menghadapi pilihan sulit antara mengikuti perayaan penting bagi keyakinan mereka atau tertinggal dalam kewajiban akademis maupun profesional mereka. AB 2017 menghapus hambatan struktural ini dan menyelaraskan kebijakan negara bagian dengan nilai-nilai inklusi, kesetaraan, serta penghormatan terhadap keragaman budaya yang menjadi ciri khas negara bagian kita,” demikian pernyataan yang dimuat di situs web mereka.

CAIR, organisasi Muslim terbesar di Amerika Serikat, menyatakan bahwa pengesahan ini terjadi di tengah meningkatnya Islamofobia di negara tersebut; mereka mencatat adanya lonjakan sebesar 183% dalam insiden yang menyasar masjid dan pusat kegiatan Islam antara bulan Mei dan Juli, dibandingkan dengan periode tiga bulan yang sama pada tahun lalu.

Pada bulan Mei, sebuah insiden penembakan yang dilakukan oleh dua orang bersenjata di Islamic Centre of San Diego menewaskan seorang petugas keamanan dan dua anggota komunitas di luar masjid tersebut.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

“Pengakuan resmi terhadap hari-hari besar ini menyampaikan pesan penting dan kuat bahwa California menghargai serta melindungi komunitas Muslimnya di tengah meningkatnya sikap permusuhan,” ujar CAIR.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda

Tausiyah
Dunia Islam
Internasional
Kolom
Dunia Islam
Hikmah