Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuaca Sumatra Ahad: Hujan Masih Berpeluang, Karhutla Jadi Ancaman

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 16 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Ahad, 16 Agustus 2026 - 06:59 WIB

25 Views ㅤ

Karhutla Papua (foto: BPBD)

Jambi, MINA — Cuaca di sejumlah wilayah Sumatra, Ahad (16/8) masih didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan masih berpeluang turun di sejumlah daerah, sementara puncak musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan potensi hujan lebat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga 16 Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan.

Di Sumatra Barat, prakiraan BMKG menunjukkan sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan ringan, termasuk Sijunjung, Agam, Pasaman, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Pasaman Barat. Pada waktu lainnya, cuaca dapat berubah menjadi berawan hingga cerah.

Sementara di Sumatra Selatan, kondisi cuaca juga bervariasi. Sejumlah daerah berpeluang mengalami hujan sedang hingga ringan, kemudian berawan dan cerah berawan. Perubahan cuaca tersebut perlu diperhatikan karena sebagian wilayah Sumatra tengah dan selatan tengah berada pada periode puncak kemarau.

Baca Juga: Banjir Meluas di Sejumlah Wilayah Aceh, Ratusan Warga Mengungsi

Ancaman karhutla menjadi perhatian serius. BNPB mencatat hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 48.889,69 hektare. Dari wilayah Sumatra, Riau menyumbang 15.551,76 hektare, Sumatra Selatan 664,87 hektare, dan Jambi sekitar 540 hektare.

Data titik panas juga menunjukkan tingginya potensi karhutla. Pada Jumat (14/8), BMKG mendeteksi 489 titik panas di Sumatra, dengan jumlah tertinggi di Sumatra Selatan sebanyak 189 titik dan Lampung 116 titik. Riau tercatat 46 titik, Bengkulu 32 titik, Sumatra Utara 27 titik, Sumatra Barat 26 titik, dan Jambi 24 titik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun hujan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, kemarau tetap menjadi ancaman utama bagi Sumatra. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Musim Hujan, Banjir Mengancam 6 Kecamatan di Kabupaten Garut

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia