Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuaca Sumatra Akhir Pekan Ini, Hujan Berpotensi Guyur Beberapa Wilayah Sumbar

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:15 WIB

38 Views ㅤ

Menara Gentala Arasy, ikon kebanggaan Jambi yang memadukan keindahan arsitektur dan nilai-nilai Islam. Berdiri megah di tepi Sungai Batanghari, menjadi saksi pesona sejarah dan budaya Kota Jambi. (Foto: MINA/Gunawan)

Jambi, MINA — Cuaca di sejumlah wilayah Sumatra, Sabtu (15/8) diprakirakan masih didominasi kondisi cerah hingga berawan seiring menguatnya musim kemarau. Namun, hujan tetap berpotensi terjadi di beberapa wilayah, terutama Sumatra bagian barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi atmosfer Indonesia semakin mendukung terbentuknya cuaca kering. Dalam prospek cuaca 14–20 Agustus 2026, BMKG mencatat curah hujan kategori rendah mendominasi sekitar 90,79 persen wilayah Indonesia.

Di Sumatra Barat, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan, khususnya di wilayah yang mendapat pengaruh pertumbuhan awan hujan. BMKG juga mencatat adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sumatra Barat pada periode tertentu.

Sementara itu, wilayah Jambi secara umum berpotensi mengalami cuaca cerah, cerah berawan hingga berawan. Sejumlah daerah seperti Muaro Jambi juga masih memiliki peluang hujan ringan berdasarkan prakiraan cuaca BMKG.

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi

Untuk Sumatra bagian selatan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara yang cenderung lebih kering selama periode puncak musim kemarau. BMKG sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung sekitar Juli hingga September, sehingga risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan perlu diantisipasi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan prakiraan cuaca terbaru, terutama bagi warga yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat di wilayah yang masih memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.

Masyarakat di wilayah yang mengalami cuaca panas dan kering diimbau menjaga kecukupan air, mengurangi aktivitas pembakaran lahan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Sementara itu, warga di daerah yang berpotensi hujan disarankan mewaspadai jalan licin, genangan, petir, dan angin kencang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Gelombang Laut hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia 5-8 Oktober Mendatang

 

Rekomendasi untuk Anda