Jakarta, MINA – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghafur mendukung penguatan amil zakat yang profesional dan bersertifikat.
Waryono menjelaskan, ekosistem zakat membutuhkan amil-amil yang profesional, yang cukup memadai pengetahuan dan keterampilannya. Jika hanya berharap dari lembaga zakat yang belum besar, ia menekankan perlunya investasi sumber daya manusia (SDM).
“Karena lembaga zakat atau perbankan, modal utamanya adalah kepercayaan dan layanan. Kalau dua bisa lakukan, maka tidak perlu modal untuk iklan, tidak perlu modal untuk kampanye besar-besaran,” kata Waryono dalam acara pembukaan Human Resources Development Organisasi Pengelola Zakat (HRD OPZ) Forum 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).
Ia menambahkan, orang perlu kampanye karena belum dipercaya dan belum dikenal.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Waryono mengungkapkan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini akan memfasilitasi pelatihan untuk amil dan nadzir. Pendaftarannya sudah dibuka dengan kuota 110 untuk amil dan 300 untuk nadzir.
“Ini dalam sejarah LPDP yang baru kali ini, Bapak Ibu, dalam skema non-degree,” ujarnya.
Namun ia juga menyoroti, tidak semua pihak punya perhatian pada investasi SDM. Seringkali orang ingin mendapatkan SDM yang sudah jadi, lulusan kampus berpengalaman, atau doktor dari luar negeri. Padahal, jika harus investasi dari nol, itu tidak mudah.
Ia juga menyinggung perbedaan amil dan fa’il dalam ekosistem zakat. Menurutnya, amil adalah profesional, sementara fa’il adalah orang yang baru belajar.
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
Karena itu, dalam persyaratan yang dibuat Kemenag, minimal amil harus bersertifikat. Ia menekankan bahwa lembaga zakat harus dikelola oleh orang yang punya tanda bukti asli, bukan palsu.
“Survei kami membuktikan bahwa amil-amil yang profesional bersertifikat itu punya pengaruh kelembagaan dalam berbagai dimensi. Jadi bukan pada jumlah, tapi pada kualitas,” tegasnya.
HRD OPZ Forum 2026 merupakan wadah kolaborasi dan ekosistem belajar yang diselenggarakan oleh Forum Zakat (FOZ) khusus bagi pengelola SDM di lembaga zakat.
Mengusung tema “Learning to Lead, Growing to Serve”, acara utama ini dilaksanakan di Jakarta pada 6–7 Oktober 2026.
Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas, membangun ekosistem belajar berkelanjutan, serta memperluas jejaring antar lembaga demi melahirkan amil zakat yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
HRD OPZ Forum 2026 menghadirkan narasumber dari unsur regulator, praktisi korporasi, hingga pimpinan lembaga sosial, di antaranya Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur serta Ketua Umum FOZ Wildhan Dewayana.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic