Darmin: Tiga Tahun lnflasi Kurang dari 4 Persen

(Gambar: dok. Akurat.co)

Jakarta, MINA – Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomuan, Darmin Nasution mengatakan, laju inflasi Indonesia dalam tiga tahun terakhir selalu di bawah 4 persen.

“Untuk inflasi, tiga tahun terakhir selalu di bawah 4 persen,” ujar Darmin Nasution dalam paparan tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jalan Veteran Jakarta, Selasa (17/10).

Menurut Darmin, rendahnya laju inflasi menjadi salah satu indikator bahwa ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan.

“Baiknya pertumbuhan ekonomi bisa dilihat dari berbagai indikator ekonomi, antara lain; kemiskinan yang menurun, pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, ketimpangan pendapatan menurun dan pengangguran yang juga menurun,” kata Darmin.

Darmin menegaskan, kesuksesan pemerintah dalam menekan laju inflasi tidak terlepas dari peran pemerintah sebelum-sebelumnya sejak terjadi krisis moneter (krismon) tahun 1998 silam.

“Sejarah ekonomi Indonesia, sebelum krisis 1998, inflasi kita selalu double digit. Setelah krisis eknomi, inflasi pelan-pelan menurun. Tiga tahun terakhir selalu di bawah 4 persen,” jelasnya.

Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi yang tadinya melambat, kini berbalik lebih cepat lagi. “Kita beharap bergerak ke 5,2 persen. Syukur-syukur lebih sedikit.” katanya.

Pondasi ekonomi Indonesia, Ianjut Darmin, sangat bagus. Ini jadi modal dasar bagi perekonomian kedepan. Terlebih dari sisi infrakstruktur. kini sudah merata di seluruh Indonesia.

Darmin optimistis, inflasi akan terus menurun hingga 3.5 persen plus minus 1. “Di pemerintah mendatang, bila terus terjaga bisa jadi 3 persen, Ialu 2 persen plus minus 1. Saat itu. kita bisa sejajar dengan negara maju yang lain,” tukasnya.

Dalam kegiatan yang diinisiasi Kantor Staf Kepresidenan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Menko Darmin didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Acara dipandu, Staff Khusus Presiden, Johan Budi. (L/R06/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)