Kiwirok, MINA – Delapan mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Lapangan Kiwirok.
Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan bendera Bintang Kejora, pembacaan ikrar setia kepada NKRI, serta upacara penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang dilaksanakan baru-baru ini.
Dalam prosesi tersebut, kedelapan mantan anggota kelompok bersenjata itu mengenakan pakaian batik dan penutup wajah. Indonesia Defense melaporkan.
Mereka secara bergantian mencium Bendera Merah Putih setelah membacakan pernyataan kesetiaan kepada NKRI di hadapan aparat TNI, pemerintah distrik, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat yang hadir menyaksikan acara tersebut.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, kembalinya delapan mantan anggota OPM tersebut merupakan bagian dari upaya membangun perdamaian dan stabilitas di wilayah Papua Pegunungan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah agar masyarakat dapat hidup dengan aman, memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, serta menikmati hasil pembangunan secara merata.
Kegiatan itu juga dihadiri kepala kampung, para pendeta, tokoh masyarakat, serta warga dari sejumlah kampung di wilayah Kiwirok.
Setelah prosesi ikrar selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial, pelayanan kesehatan, ramah tamah, dan makan bersama sebagai simbol rekonsiliasi serta penguatan hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Wilayah Kiwirok selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu daerah yang terdampak konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok separatis. Konflik tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk layanan pendidikan, kesehatan, dan mobilitas warga.
Karena itu, berbagai pihak berharap langkah kembalinya sejumlah anggota OPM ke masyarakat dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi keamanan di kawasan tersebut.
Pendekatan dialog, pembangunan kesejahteraan, dan rekonsiliasi sosial perlu terus diperkuat untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.
Kembalinya delapan mantan anggota OPM di Kiwirok dinilai menjadi salah satu sinyal positif bahwa penyelesaian konflik tidak hanya dapat ditempuh melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui upaya membangun kepercayaan dan harapan bersama bagi masa depan Papua yang damai dan sejahtera. []
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic