Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 November 2026 - 10:16 WIB

Senin, 2 November 2026 - 10:16 WIB

15 Views ㅤ

Aksi demo fi Jerman berijung ricuh (foto: IG/Anadolu)

Berlin, MINA – Polisi Jerman menangkap lebih dari 200 orang pada Sabtu (31/10) malam setelah bentrokan pecah di sejumlah kota. Kericuhan terjadi seusai demonstrasi Generasi Z yang sebagian besar berlangsung damai, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Demonstrasi utama digelar inisiatif Gen Z Regelt di lebih dari 30 kota dan diikuti puluhan ribu anak muda. Mereka menuntut peningkatan dana pendidikan dan bantuan menghadapi kenaikan biaya hidup, serta menolak rencana pemerintah menghidupkan kembali wajib militer. Penyelenggara menegaskan aksi mereka damai dan menolak kekerasan.

Situasi memanas setelah malam tiba, ketika kelompok-kelompok radikal menggelar aksi terpisah, mendirikan barikade, dan bentrok dengan polisi. Sebagian demonstran melempar batu, botol, dan petasan. Aparat membalas dengan meriam air dan pasukan khusus.

Di Hamburg, polisi mengamankan 120 orang setelah massa berpakaian hitam membakar barikade di dekat terminal bus pusat kota. Sebanyak 11 petugas terluka. Di Berlin, polisi menahan sementara hingga 56 orang dalam aksi malam di distrik Mitte, dan 27 petugas mengalami luka ringan.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Di Frankfurt, kelompok bertopeng yang tidak terkait demonstrasi utama memecahkan kaca dan menjarah sejumlah toko, termasuk toko senjata. Polisi menyatakan sedikitnya dua senjata api dicuri, tetapi seorang tersangka ditangkap dan senjata itu ditemukan kembali.

Lebih dari 30 orang ditangkap sementara di kota ini. Di Cologne, setidaknya lima orang ditahan setelah bentrok di dekat katedral.

Kepala Kepolisian Cologne Johannes Hermanns mengecam kekerasan itu dan menyebut kelompok ekstremis telah menyusup ke aksi damai anak muda. Ia berterima kasih kepada peserta yang menjaga ketertiban. Hingga Ahad (1/11) pagi, situasi sebagian besar terkendali dan polisi masih menyelidiki serta mendata kerusakan.

Sejak 1 Januari 2026, Jerman memberlakukan skema dinas militer baru yang tetap bersifat sukarela, tetapi memungkinkan wajib militer diberlakukan jika target rekrutmen Bundeswehr tidak terpenuhi. Wajib militer di Jerman ditangguhkan sejak 2011. []

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda