
makam Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam di Masjid Nabawi, Madina. (foto: Arab News)" width="580" height="350" /> Area makam Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di Masjid Nabawi, Madina. (foto: Arab News)
Jeddah, 12 Rabi’ul Akhir 1437/ 22 Januari 2016 (MINA) – Setelah pengajuan banding oleh anggota Dewan Syura Arab Saudi untuk akses mudah bagi perempuan ke makam Nabi Muhammad di Madinah, sebuah survei telah diselesaikan oleh tim insinyur dan arsitek tentang bagaimana caranya memperluas daerah makam.
Laporan dan publikasi lokal menyebutkan, beberapa perempuan anggota Dewan Syura mengatakan, tidak ada waktu dan ruang yang cukup bagi perempuan dibandingkan akses terbuka untuk pria.
“Kita perlu menangani masalah ini dengan cara baru. Hal ini sangat jelas, organisasi saat ini belum cukup efektif,” kata Wafa Betah, anggota Dewan Syura. Demikian Arab News melaporkan seperti yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat (22/1).
Fatima Al-Qur’ani, anggota Dewan Syura lainnya mengatakan, meskipun beberapa upaya memungkinkan bagi perempuan untuk berdoa di lokasi yang nyaman, tapi ruang dan waktu yang diberikan tidak cukup.
Baca Juga: MAPIM: Serangan terhadap Jurnalis di Gaza Upaya Bungkam Kebebasan Pers
Abdul Haq Al-Okbi, kepala teknik Penjaga proyek Gerbang Dua Masjid Suci mengatakan, tim ahli telah mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah untuk melihat apa yang bisa dilakukan.
“Ada rencana untuk menciptakan lebih banyak ruang di sekitar Rawdah (tempat antara rumah dan mimbar Rasulullah) agar memungkinkan perempuan untuk mengunjungi tempat tersebut sepanjang tahun, termasuk mempertimbangkan keselamatan dan keamanan mereka sebagai prioritas,” katanya.
Anas bin Saleh Serafi, anggota Serikat Arab Saudi Urusan Perkotaan telah mengajukan proposal kepada pihak berwenang di Madinah tentang bagaimana memperbaiki situasi. (T/AE/P001)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Saudi Kutuk Penyerbuan Al-Aqsa dan Serangan Klinik UNRWA di Gaza