Din Syamsuddin Desak Usut Tuntas Motif Pelaku Penusukan Syaikh Ali Jaber

Jakarta, MINA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr M. Din Syamsuddin mengecam peristiwa penusukan atas Syaikh Ali Jaber di tengah pengajian di Masjid Fallahuddin, Bandar Lampung, Ahad sore (13/9).

“Tindakan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama, dan kejahatan berencana terhadap agama dan keberagamaan,” tegas Din sebagaimana keterangan tertulis yang diterima MINA.

Dia mendesak Polisi untuk mengusut secara tuntas, menyingkap pelaku dan siapa yang berada di belakangnya. “Kepada Polri agar bersungguh-sungguh memproses secara hukum dan menyeret pelaku ke meja pengadilan dengan tuntutan hukum maksimal,” ujarnya.

Din juga menyatakan kepada Polri agar tidak mudah menerima pengakuan dan kesimpulan bahwa pelakunya adalah orang gila, sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu yang sampai sekarang tidak ada kejelasan.

Baca Juga:  Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM Hingga 2026

Dia meminta kepada Polri untuk menjamin keamanan para tokoh agama, khususnya ulama dan dai, serta mengusut gerakan ekstrimis yang anti agama dan hal yang bersifat keagamaan.

Din mengimbau umat Islam agar tenang dan dapat menahan diri serta tidak terhasut oleh upaya adu domba.

Perbuatan Jahiliyah

Senada dengan Din, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyampaikan rasa prihatin atas penyerangan yang dilakukan terhadap Syaikh Ali Jaber.

“Itu perbuatan jahiliyah,” tegas Mu’ti.

Mu’ti meminta Polisi segera memproses sesuai hukum yang berlaku.

Dia mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyerangan dan memberi kesempatan kepada kepolisian dan aparatur hukum untuk melaksanakan tugas sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga:  Sajeriah Jamaah Haji Tunanetra, 14 Tahun Menanti Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci

“Semoga Syaikh Ali Jaber dan keluarga senantiasa sehat dan diberikan kesabaran serta tetap teguh di jalan dakwah,” pungkas Mu’ti.(L/R1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Widi Kusnadi