Diplomat 20 Negara ke Yerusalem, Palestina Ingatkan Rencana Pembongkaran Israel

Daerah Sur Baher di Yerusalem yang terancam pembongkaran oleh Israel. (Foto: dok. Nahar Net)

Yerusalem, MINA – Para diplomat dari sekitar 20 negara -sebagian besar Eropa- pada Selasa (16/7) melakukan tur di daerah yang terancam pembongkaran di Yerusalem. Para pejabat Palestina mendesak para diplomat untuk mengambil tindakan guna mencegah Israel membongkar rumah-rumah warga Palestina.

Israel telah memberi perintah pembongkaran dengan alasan bahwa bangunan berada di zona keamanan dekat dinding penghalang Israel yang memotong Tepi Barat, demikian Nahar Net melaporkan.

Bangunan-bangunan yang sebagian besar masih dalam pembangunan, terletak di sebelah selatan Yerusalem di daerah Sur Baher.

Palestina menuduh Israel menggunakan keamanan sebagai alasan untuk memaksa warga keluar dari daerah itu, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memperluas permukiman dan jalan yang menghubungkannya.

Palestina juga menunjukkan bahwa sebagian besar bangunan terletak di daerah-daerah yang seharusnya berada di bawah kendali sipil Otoritas Palestina berdasarkan perjanjian Oslo.

“Ketika rumah dihancurkan, kami akan berada di jalan-jalan,” kata Ismail Abadiyeh (42) yang tinggal bersama keluarganya di salah satu bangunan yang terancam. Ia berbicara kepada para diplomat.

Konsul Jenderal Perancis untuk Yerusalem, Pierre Cochard, mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak berpikir penjelasan keamanan yang diberikan oleh Israel cukup untuk melanjutkan penghancuran.

“Saya pikir penting untuk menggarisbawahi bahwa kita tidak dapat menyangkal hak mereka,” kata Cochard, merujuk pada keluarga yang tinggal di rumah. “Mereka ada di sini di wilayah Palestina.” (T/RI-1/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)