New York, MINA – Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pejabat AS dan Iran bertemu pada Selasa (22/9), tak lama setelah ia mengancam dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB bahwa ia mungkin akan “memusnahkan” Republik Islam tersebut jika kesepakatan untuk mengakhiri perang kedua negara tidak segera tercapai.
Trump mengonfirmasi pertemuan tersebut saat berbicara dengan para wartawan di sela-sela pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB, New York.
Namun, ia hanya memberikan sedikit rincian mengenai jalannya diskusi, siapa saja yang terlibat, ataupun pokok pembicaraan tersebut.
“Itu adalah pertemuan yang sangat baik,” ujar Trump, Arab News melaporkan.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pertemuan yang telah dikonfirmasi tersebut terjadi setelah komunikasi antara AS dan Iran sempat terhenti selama berbulan-bulan menyusul kegagalan gencatan senjata singkat yang ditengahi pada tanggal 17 Juni.
Para negosiator AS dan Iran sebelumnya telah bertemu secara terpisah dengan mediator dari Qatar dan Pakistan di Doha pada awal Juli untuk melakukan pembicaraan tidak langsung.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Selasa bahwa Trump terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, selama kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic